Rabu, Februari 20, 2008

Normalkah Gerakan Janin?

Jika bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupannya,bergerak-gerak meski baru gerakan pelan saja, akan menjadi sumber kegembiraan orangtua. Sebaliknya, tak adanya gerakan tersebut adalah sumber kekhawatiran pula. Begitu pentingnya gerakan bayi, sampai-sampai melebihi kabar hasil tes positif bahwa Anda hamil.

Setiap ibu bisa bercerita bagaimana ia hamil, mengalami mual-mual, bermasalah atau bahkan hamil mulus sekalipun. Namun, kegembiraan merasakan gerakan janin ini hampir-hampir tak terungkapkan. Kalau toh terungkap, gambarannya bisa berbeda-beda: gerakannya seperti getaran, kupu-kupu di lambung, seperti ada yang memukul, melilit, atau seperti berjumpalitan bermain di arena permainan. Benar-benar dirasakan secara pribadi bahwa ada denyut kehidupan baru dalam rahim yang tak sabar menanti untuk keluar.

Namun, secara umum, pada awal-awal kehamilan setiap ibu akan merasakan serangkaian gerakan kuat menyentak-nyentak. Dan pada akhir kehamilan akan merasakan pula serangkaian sentakan yang berirama. Hal ini dapat berlangsung dari seperempat jam sampai setengah jam. Hentakan itu dapat terjadi seseringnya 15 sampai 30 kali per menit, dan dapat sedikit mencemaskan, namun jangan khawatir gejala tersebut tidaklah membahayakan. Adanya gerakan menandakan bayi Anda hidup dan sehat. Begitu pula sebaliknya. Untuk itu, kenalilah gerakan janin Anda, normal atau tidak?

Inilah yang dikatakan Dr.Andrew Setiawan, Sp.O.G., dari RSIA Hermina Podomoro.

Bergerak sejak usia 8 minggu
Sebenarnya, pada usia 8 minggu janin dalam kandungan sudah dapat bergerak-gerak. Namun karena ia masih begitu kecil, sang ibu tak akan merasakan apa-apa. Pada usia ini tulang punggung bayi sudah berkembang baik, dan dia mulai berlatih dengan melenturkan organ tubuhnya dengan cara bergerak mengelilingi rahim. Ibu tak dapat merasakannya sebab dia baru kira-kira satu inci panjangnya (2,5 cm).
Setiap minggu, gerakannya menjadi lebih kuat dan menjelang 14 minggu, otot-otot utamanya telah bertautan dengan berita-berita dari otaknya. Dia sekarang sudah dapat membengkokkan tangannya dari siku-siku dan pergelangannya serta melengkungkan jari-jarinya untuk membuat kepalan tangan.

Bagi ibu yang hamil untuk pertama kalinya lebih lambat merasakan gerakan bayi. Berbeda dengan ibu yang pernah memiliki anak sebelumnya. Ia lebih cepat merasakan gerakan janin karena otot rahimnya sudah lebih lemas.

Usia 17-28 minggu
Antara 17 dan 28 minggu, sudah ada ruang luas di dalam kandungan. Bayi pun, yang organ-organ tubuhnya 'telah sempurna' mulai bergerak lebih aktif. Terutama di minggu ke-20, gerakannya lebih keras seperti gerakan berguling-guling dari satu sisi ke sisi yang lain. Kadang terasa menyepak, memukul, berjungkir balik bak akrobat cilik, dsb. Menjelang usia 28 minggu, sang ibu sudah bisa mengatakan bagian yang mana dari bayi yang sedang bergerak-gerak. Gerakan kaki dan lutut lebih nyata dari gerakan badan.

Jika sampai minggu ke-20 Anda belum 'menyadari' gerakan janin, sebenarnya itu normal saja. Namun, lebih baik Anda minta dokter melakukan pemeriksaan (sonogram) untuk mengontrol kondisi bayi jika pada minggu ke-22 gerakannya masih belum terasa. Tetapi bila denyut jantung bayi kuat dan kondisinya tampak normal, dokter biasanya akan menunggu lebih lama.

Usia 29-35 minggu
Menjelang usia kehamilan 30 minggu bayi dapat membuat gerakan sampai 40 gerakan per jam. Gerakannya mulai lebih rutin dan bisa Anda ketahui kapan saja ia mulai ergerak. Biasanya jika Anda sedang aktif atau bergerak, janin justru lebih tenang. Gerakan-gerakan Anda mungkin membuatnya serasa diayun-ayun hingga ia terbuai dalam rahim. Sebaliknya, jika Anda sedang tenang, janin bergerak-gerak. Ia mengajak Anda bermain, lho. Respons Anda berupa belaian, obrolan, akan membuatnya lebih bergerak.

Minggu ke-36 sampai menjelang persalinan Menjelang minggu ke-36, tubuh bayi sudah sebesar ketika ia dilahirkan nanti. Ia sudah memenuhi rahim, dan 'tempat tinggalnya' itu makin sempit. Gerakannya menjadi lebih lamban lantaran tak ada lagi ruang tersisa untuk tubuh besarnya. Gerakannya menurun menjadi 30 gerakan per jam. Namun, jika ia bergerak, Anda akan merasakan sepakan tajam kaki-kakinya di bawah tulang rusuk. Begitu pula jika kepalanya bergerak. Sundulannya membuat Anda selalu ingin ke kamar kecil. Pada minggu-minggu terakhir hanya 20 gerakan per jam. Ia sudah lebih lamban sebab tubuhnya sudah menempatkan diri secara penuh untuk dilahirkan pada
waktunya.

Gerakan bayi bisa normal bisa tidak
Rata-rata, ibu harus merasakan si kecil bergerak kira-kira 10 kali dalam 12 jam, tak peduli gerakan itu terasa atau kurang terasa. Namun jika bayi terlalu banyak bergerak, melebihi dari gerakan yang sewajarnya bisa dilakukan, atau gerakannya membuat Anda kesakitan, perlu diwaspadai dan segeralah mengkonsultasikannya dengan dokter.

Jika gerakan kurang?
Sebenarnya janin bergerak setiap saat. Namun, hanya beberapa gerakan yang cukup kuat yang terasa oleh Anda. Beberapa gerakan lain bisa tak terasa, mungkin karena posisi janin menghadap atau menendang ke arah dalam misalnya. Atau karena kegiatan Anda sendiri, yang jika Anda sibuk atau bergerak aktif janin menjadi tenang karena merasa dibuai.

Jika Anda tak merasakan gerakan janin sepanjang hari, cobalah cara ini:

Berbaringlah satu sampai dua jam di malam hari. Sebaiknya Anda minum segelas susu dan makan makanan ringan terlebih dulu. Sikap tidak aktif Anda serta adanya tambahan energi makanan mungkin dapat membuatnya bergerak. Bila tak berhasil, coba lagi dalam beberapa jam. Jangan cemas Bu, Pak, banyak ibu hamil yang belum merasakan gerakan janinnya sampai minggu ke-20. Namun, jika usia kehamilan Anda sudah terhitung tua, dan Anda tak merasakan gerakan janin dalam 24 jam, sebaiknya hubungi dokter.

b Desi Rahmasari

Tidak ada komentar: