Posted date : July 10, 2009
Disadur dari Intisari July 2008
Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak dan sering membuat orangtua bingung. Tak jarang dokter dengan gampang menyarankan operasi pengangkatan amandel padahal ebetulnya si anak cukup diobati infeksinya saja. Sebaliknya, kadang orangtua bersikukuh tidak mau amandel anaknya dioperasi. Padahal, jika tidak diangkat, amandel itu malah akan menjadi sumber penyakit buat si anak.
Amandel, yang dalam bahasa medis disebut tonsil, merupakan salah satu benteng pertahanan tubuh manusia, terutama ketika masih kanak-kanak. Pada usia itu, daya tahan tubuh masih lemah. Organ yang jumlahnya sepasang ini berada di rongga tenggorok, di kiri dan kanan belakang rongga mulut. Organ ini berada di garda paling depan, tugasnya menangkal kuman yang masuk dari mulut. Selain amandel, di rongga tenggorok masih ada lagi benteng pertahanan tubuh, namanya adenoid. Letaknya di langit-langit atas rongga tenggorok, dekat saluran ke hidung. Fungsinya serupa dengan amandel, sebagai penangkal kuman yang masuk dari udara yang masuk ke saluran napas.
Dalam kedaan normal, sebetulnya di rongga mulut dan tenggorok terdapat banyak sekali kuman. Tapi kuman-kuman itu tidak sampai membuat si anak sakit asalkan daya tahan tubuhnya dalam kondisi baik. Ketika daya tahan tubuh menurun, kuman-kuman itu bisa menjadi ganas dan menyebabkan infeksi. Karena daya tahan tubuh anak-anak belum sekuat orang dewasa, mereka lebih mudah kena infeksi.
Saat terkena infeksi, amandel ini akan meradang. Jika si anak disuruh membuka mulutnya lebar-lebar, akan kelihatan amandelnya bengkak, warnanya memerah. Radang ini disertai dengan demam dan rasa nyeri di tenggorok, terutama saat menelan makanan.
Menurut panduan kesehatan Mayo Clinic, radang amandel paling banyak disebabkan oleh virus. Urutan kedua, bakteri. Dari deretan bakteri, yang paling sering menyebabkan infeksi adalah Streptococcus beta-haemolyticus grup A. Jika biang keladinya virus, pasien cukup memerlukan obat pereda nyeri, penurun panas, dan perawatan rumah. Infeksi akan sembuh dengan sendirinya setelah daya tahan tubuhnya membaik.
Tapi jika infeksi disebabkan oleh bakteri, pasien juga memerlukan antibiotik. “Radang amandel tidak selalu harus dioperasi bila ditatalaksana dengan baik,” kata Dr. dr. Jenny Bashiruddin, Sp.THT (K), pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.
Jenny menandaskan hal ini karena tak jarang dokter “main angkat” saja saat menghadapi pasien radang amandel. Ketika pasien dibawa ke rumah sakit, biasanya amandelnya memang kelihatan besar. Makanya kemudian dokter kemudian menyarankan operasi. Padahal, kata dokter yang praktik di RS Khusus THT Proklamasi, Jakarta ini, kondisi amandel yang membesar tidak bisa begitu saja dijadikan dasar melakukan operasi.
Pada saat serangan infeksi, wajar kalau amandel membengkak cukup besar karena memang sedang terjadi peradangan. Jika setelah infeksinya diobati ternyata amandelnya mengecil lagi dan pasien kembali sehat, berarti memang amandelnya tidak perlu diangkat. Istilah dokternya, “belum ada indikasi untuk operasi.”
Menjadi sumber infeksi
Operasi adalah pilihan terakhir. Tindakan ini hanya direkomendasikan jika amandel telah berubah menjadi sumber penyakit, bukan lagi penangkal penyakit. Pada saat itu, tak ada pilihan lain, amandel harus diangkat.
Amandel dikatakan telah menjadi sumber masalah jika telah menjadi sarang kuman yang menyebabkan infeksi berulang. Ini mirip dengan kondisi perang ketika benteng pertahanan telah dikuasai lawan dan menjadi markas mereka. Maka, pada saat itu, tak ada pilihan lain, benteng harus diserang.
Dalam kondisi sehat, amandel berfungsi menjadi penangkal infeksi. Tapi jika terlalu sering kena infeksi, ia bisa menjadi sarang kuman yang menyebabkan infeksi berulang. Ini bisa dilihat dari seberapa sering pasien menderita infeksi. Jika dalam setahun, ia sampai mengalami 5 atau 6 kali infeksi tenggorok parah, itu berarti memang amandel telah berubah menjadi sumber penyakit.
Kalau si anak langganan infeksi tenggorok parah tiap dua bulan sekali atau bahkan tiap bulan, itu berarti memang telah ada indikasi operasi. Jika kondisi ini dibiarkan saja, pengaruh infeksi bisa menyebar sampai ke organ lain, seperti jantung dan ginjal. Jika pembesaran amandel terjadi bukan karena infeksi yang berulang, maka itu belum merupakan alasan untuk operasi.
Menurut panduan Mayo Clinic, tindakan operasi perlu diambil jika si anak mengalami infeksi tenggorok parah:
• Setidaknya 7 kali dalam setahun
• Atau, setidaknya 5 kali setahun, dalam rentang 2 tahun
• Atau, setidaknya 3 kali setahun, dalam rentang 3 tahun
Tindakan operasi juga perlu diambil jika amandel membengkak terlalu besar sampai menyumbat saluran napas. Apalagi jika adenoid juga membesar. Kalau tidak dioperasi, sumbatan ini akan menyebabkan anak mengalami kesulitan bernapas dan dikhawatirkan terjadi obstructive sleep apnea (henti napas saat tidur).
Operasi juga direkomendasikan kalau pasien mengalami infeksi telinga tengah yang berulang, infeksi rongga hidung yang kronis, atau radang tenggorok kronis yang disertai dengan napas bau.
Menentukan batas antara perlu tidaknya operasi ini merupakan tahap yang sangat kritis. Jika dokter kurang cermat, bisa saja ia menyarankan operasi padahal sebetulnya tidak perlu. Karena itu Jenny menandaskan perlunya dokter menentukan indikasi operasi ini dengan cermat. Yang lebih menentukan di sini memang pihak dokter. Tapi, seperti biasa, pasien selalu punya hak memperoleh pendapat dokter kedua.
Sekalipun setelah sembuh, amandel tetap tampak lebih besar dari ukuran normal, itu tetap bukan indikasi operasi. Pada saat anak tumbuh dewasa, rongga mulut dan tenggorok akan membesar seiring dengan bertambahnya usia sehingga amandel tampak mengecil. Pada usia 12 tahun, fungsi amandel sebagai benteng pertahanan sudah mulai digantikan oleh sistem imunitas lain. (Meskipun orang dewasa juga tetap bisa kena radang amandel.)
Risiko vs manfaat
Karena kritisnya masalah operasi ini, tahap yang paling menetukan adalah ketika dokter menentukan ada tidaknya indikasi operasi. Setiap dokter punya tingkat kejelian yang berbeda. Kalau dokter kurang cermat dan buru-buru menganjurkan operasi, si anak harus kehilangan sesuatu yang sebetulnya tidak perlu terjadi
Tindakan operasi pada sakit amandel memang bukan pilihan pertama. Sebisa mungkin, amandel harus dipertahankan karena fungsinya sebagai benteng pertahanan tubuh.
Sistem imunitas ini sangat diperlukan anak-anak karena daya tahan tubuh mereka masih belum sekuat orang dewasa. Tapi, begitu ada indikasi operasi, (orangtua) pasien tidak perlu takut berlebihan. Tak jarang sebagian orangtua bersikukuh tidak mau amandel anaknya dioperasi padahal sebetulnya tindakan ini diperlukan. Bahkan, ada pula orangtua pasien yang suuzon dan menganggap dokter hanya mencari keuntungan materi ketika menawarkan opsi operasi.
Seperti tindakan medis lainnya, pengangkatan amandel dilakukan dengan menimbang risiko dan manfaatnya.
Jika amandel tidak diangkat (padahal sudah ada indikasi operasi), pasien bisa mengalami komplikasi yang lebih serius. Amandel bisa menjadi sumber infeksi. Bukan hanya infeksi setempat di tenggorok saja, tapi juga bisa menjalar ke jantung dan ginjal.
Jadi, ada saat di mana amandel harus tetap dipertahankan. Tapi ada saatnya pula ketika amandel memang terpaksa harus diangkat. Alasannya semata-mata karena alasan risiko dan manfaat.
Karena adanya risiko sakit amandel menjadi alasan operasi, Jenny menegaskan agar orangtua tidak meremehkan radang tenggorok pada anak. Radang tenggorok berpotensi menjadi penyakit langganan kalau pengobatannya “tidak adekuat”. (Ini istilah di kalangan dokter yang artinya “tidak tuntas”.) Pengobatan tidak tuntas bisa disebabkan, misalnya, oleh pemilihan antibitoik yang tidak tepat. Itu sebabnya orangtua tidak dianjurkan melakukan pengobatan sendiri, misalnya dengan memberikan antibiotik yang pernah diminum anak pada saat sakit sebelumnya (meskipun pada saat itu infeksi sembuh). Kalau sekadar memberikan obat kumur atau obat isap, itu tidak apa-apa. Tapi kalau urusannya sudah menyangkut antibiotik, orangtua harus menyerahkan urusan ini kepada dokter.
Lalu, kapan orangtua harus membawa anaknya ke dokter? Patokannya sederhana, yaitu kalau radang sudah disertai demam dan nyeri tenggorok, terutama saat menelan. Dua gejala ini adalah pertanda bahwa radang disebabkan oleh infeksi. Mayo Clinic memberi panduan yang lebih rinci.
Pasien perlu segera ke dokter jika radang tenggorok tidak hilang dalam 48 jam, demam di atas 39.
Kalau pasien datang ke dokter lebih dini, infeksi bisa segera diobati sebelum menjadi lebih parah. Dengan pengobatan lebih dini, radang amandel diharapkan tidak berkembang menjadi kronis dan bolak-balik kambuh. Dengan begitu, risiko pengangkatan amandel juga bisa diminimalkan.
Setelah pasien sembuh, ia harus menjaga agar penyakitnya tidak kambuh. Caranya, tentu saja dengan menjaga daya tahan tubuhnya karena memang infeksi ini sangat ditentukan oleh ketahanan tubuh. Anak harus makan gizi seimbang, cukup istirahat, juga cukup aktivitas fisik, menjaga higiene (kebersihan), menghindari ketularan teman yang kena infeksi, tidak main hujan-hujan, dan sebangsanya.
Orangtua harus memastikan anaknya menghindari makanan atau minuman yang bisa memicu iritasi tenggorok. Anak-anak tertentu punya tenggorok yang sensitif terhadap es, makanan-minuman yang dingin, atau makanan yang manis seperti cokelat. Jika jenis makanan ini sudah diketahui bisa menyebabkan iritasi tenggorok, orangtua harus menjauhkannya dari si anak. Lebih baik kelihatan sedikit galak daripada membiarkan anak berurusan dengan pisau bedah.
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Rabu, Oktober 06, 2010
Deteksi Dini Kanker Payudara Sering Terlambat
Sabtu, 29 Agustus 2009 | 08:16 WIB
*Jakarta, Kompas* - Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian besar penderita baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut karena rendahnya tingkat kesadaran untuk periksa kesehatan.
”Apalagi tidak ada gejala kanker payudara yang khas,” kata dr Samuel Haryono, ahli bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jumat (28/8) di Jakarta. Dengan terapi sejak dini, angka harapan hidup jauh lebih tinggi, bahkan kecacatan akibat operasi bisa dihindari.
Data dari RS Dharmais pada lima tahun terakhir menyebutkan, angka kejadian kanker payudara menempati urutan pertama, 32 persen, dari total jumlah kasus kanker. Dari total penderita kanker payudara, 40 persen berobat pada stadium awal, 30 persen dari total jumlah penderita kanker terdeteksi stadium lanjut lokal, dan dari kelompok ini, 30 persen dengan metastasis.
Metastasis merupakan proses ketika sel kanker dapat melepaskan diri dari tumor utama, masuk ke pembuluh darah, ikut bersirkulasi dalam aliran darah, dan tumbuh di jaringan normal yang jauh dari tumor asalnya. ”Pada kanker payudara, metastasis paling umum terjadi pada organ-organ vital, seperti paru-paru, hati, tulang, bahkan otak,” ujarnya.
”Ada lima fase reaksi emosional penderita ketika diberi tahu menderita kanker yang sudah lanjut,” kata dr Maria Astheria Wijaksono, ahli perawatan paliatif dari RS Kanker Dharmais.
Fase pertama adalah penderita menyangkal kenyataan, lalu marah terhadap kenyataan yang dihadapi, diikuti fase menimbang-nimbang, dan diliputi depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya pasien sadar dan menerima kenyataan.
Konsultan hematologi-onkologi medik dari RS Kanker Dharmais, dr Asrul Harsal, menambahkan, pengobatan dilakukan berdasarkan perjalanan penyakit. Pada stadium satu hingga 3A, yang dianggap kankernya masih lokal, biasanya dilakukan tindakan operasi dan sering ditambah radioterapi atau penyinaran.
Keputusan pemberian kemoterapi setelah operasi pada stadium awal dilakukan berdasarkan faktor risiko, seperti ukuran tumor, keterlibatan kelenjar, reseptor hormonal, agresivitas tumor, serta menyusupnya sel-sel ke pembuluh darah dan getah bening.
Sejumlah kondisi yang tak dibolehkan mendapat kemoterapi adalah infeksi, jumlah sel darah putih kurang, kondisi pasien buruk, dan kondisi psikologis. Juga perlu diperhatikan efek samping kemoterapi, seperti mual dan muntah, sariawan, gangguan buang air besar, kebotakan, dan nyeri sendi.
http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/08/29/ 08165480/ deteksi.dini. kanker.payudara. sering.terlambat
*Jakarta, Kompas* - Kanker payudara merupakan jenis kanker dengan jumlah kasus terbanyak di dunia, sekaligus penyebab kematian terbesar. Sebagian besar penderita baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut karena rendahnya tingkat kesadaran untuk periksa kesehatan.
”Apalagi tidak ada gejala kanker payudara yang khas,” kata dr Samuel Haryono, ahli bedah onkologi dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jumat (28/8) di Jakarta. Dengan terapi sejak dini, angka harapan hidup jauh lebih tinggi, bahkan kecacatan akibat operasi bisa dihindari.
Data dari RS Dharmais pada lima tahun terakhir menyebutkan, angka kejadian kanker payudara menempati urutan pertama, 32 persen, dari total jumlah kasus kanker. Dari total penderita kanker payudara, 40 persen berobat pada stadium awal, 30 persen dari total jumlah penderita kanker terdeteksi stadium lanjut lokal, dan dari kelompok ini, 30 persen dengan metastasis.
Metastasis merupakan proses ketika sel kanker dapat melepaskan diri dari tumor utama, masuk ke pembuluh darah, ikut bersirkulasi dalam aliran darah, dan tumbuh di jaringan normal yang jauh dari tumor asalnya. ”Pada kanker payudara, metastasis paling umum terjadi pada organ-organ vital, seperti paru-paru, hati, tulang, bahkan otak,” ujarnya.
”Ada lima fase reaksi emosional penderita ketika diberi tahu menderita kanker yang sudah lanjut,” kata dr Maria Astheria Wijaksono, ahli perawatan paliatif dari RS Kanker Dharmais.
Fase pertama adalah penderita menyangkal kenyataan, lalu marah terhadap kenyataan yang dihadapi, diikuti fase menimbang-nimbang, dan diliputi depresi. Setelah fase ini berlalu, akhirnya pasien sadar dan menerima kenyataan.
Konsultan hematologi-onkologi medik dari RS Kanker Dharmais, dr Asrul Harsal, menambahkan, pengobatan dilakukan berdasarkan perjalanan penyakit. Pada stadium satu hingga 3A, yang dianggap kankernya masih lokal, biasanya dilakukan tindakan operasi dan sering ditambah radioterapi atau penyinaran.
Keputusan pemberian kemoterapi setelah operasi pada stadium awal dilakukan berdasarkan faktor risiko, seperti ukuran tumor, keterlibatan kelenjar, reseptor hormonal, agresivitas tumor, serta menyusupnya sel-sel ke pembuluh darah dan getah bening.
Sejumlah kondisi yang tak dibolehkan mendapat kemoterapi adalah infeksi, jumlah sel darah putih kurang, kondisi pasien buruk, dan kondisi psikologis. Juga perlu diperhatikan efek samping kemoterapi, seperti mual dan muntah, sariawan, gangguan buang air besar, kebotakan, dan nyeri sendi.
http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/08/29/ 08165480/ deteksi.dini. kanker.payudara. sering.terlambat
Label:
kesehatan
Operasi Kanker Payudara Masih Ditakuti
Selasa, 8 September 2009 | 13:52 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Kata operasi terlebih lagi pada penderita kanker payudara seperti suatu horor yang sangat menakutkan. Hal tersebut sangat disayangkan pasalnya di Indonesia kanker payudara menduduki posisi kedua di bawah kanker rahim sebagai sebagai penyebab kematian tertinggi pada wanita.
Menurut Dr. Walta Gautama, SpB(K) Onk, Divisi Bedah RS Kanker Dharmais, penyebab utama pasien merasa takut untuk dioperasi adalah kurangnya pengetahuan tentang operasi.
"Pasien tidak mengetahui operasi jenis apa yang cocok untuk penyakitnya. Pasien bertanya apa yang dilakukan dokter saat operasi. Semua itu membuat pasien cemas karena tidak mempunyai gambaran mengenai situasi yang akan dihadapi setelah operasi," ujarnya dalam penyuluhan operasi Kanker Payudara di RS. Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).
Berdasarkan data dari RS. Kanker Dharmais, jumlah pasien kanker payudara yang datang dalam stadium III adalah 13, 42 persen, stadium III sebesar 17 persen dan stadium lanjut 29, 98 persen.
Galta menyayangkan hal tersebut, pasalnya jika pasien datang dengan stadium yang sudah lanjut akan semakin sedikit pilihan operasi bagi pasien.
Ia mengatakan, pasien tidak perlu merasa takut menghadapi operasi kanker payudara. Sebelum operasi, pasien pasti akan menjalani pemeriksaan mendalam. Keputusan jenis operasi yang akan dijalani juga diambil berdasarkan hasil diskusi tentang kelemahan dan keunggulan operasi serta keseuaian dengan jenis dan /staging/ kanker pada pasien. "Jadi tidak asal operasi," ucapnya.
Dikatakannya, secara garis besar terdapat dua jenis operasi untuk kanker payudara yaitu Mastektomi dan /Breast Conserving Therapy /(BCT) . Teknik ini digunakan untuk mengangkat jaringan payudara sambil berusaha mempertahankan sebagian payudara, puting dan areola. Operasi BCT dilakukan juga dengan pengangkatan kelenjar getah bening akisla dan dilanjutkan dengan radiasi.
Operasi ini cocok untuk kanker payudara stadium dini kecuali kanker yang letaknya di tengah payudara. Syarat lain untuk melakukan BCT, besar tumor tidak lebih dari, tidak ada penyebaran pada jaringan lain dan puting tidak ikut terkena.
Teknik yang kedua adalah Mastektomi, operasi ini mengangkat seluruh jaringan payudara, puting dan seluruh pengangkatan getah bening aksila. Mastektomi sendiri terbagi lagi menjadi beberapa macam. Yang pertama adalah mastektomi radikal, yaitu mengangkat seluruh otot dada dan kelenjar getah bening aksila. Kemudian luka operasi ditutup dengan tandur kulit. "Teknik ini mulai ditinggalkan, karena hasilnya sangat
buruk secara kosmetik," kata dia.
Teknik Masektomi lainnya, kata Walta adalah skin sparing mastectomy. Operasi ini menyisakan kulit payudara. Skin sparing mastectomy ini banyak dilakukan bagi para pasien yang ingin menjalani rekonstruksi payudara.
Waktu yang digunakan untuk operasi skin sparing mastectomy ini lebih lama dari pada operasi biasa. Jika operasi biasa memerlukan waktu dua jam, teknik ini membutuhkan empat jam dalam pengerjaannya. "Itu disebabkan luka yang dibuat kecil. Jadi pengeluaran jaringan payudara membutuhkan waktu yang lama," kata dia.
http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/09/08/ 13522724/ operasi.kanker. payudara. masih.ditakuti
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*
*JAKARTA, KOMPAS.com* - Kata operasi terlebih lagi pada penderita kanker payudara seperti suatu horor yang sangat menakutkan. Hal tersebut sangat disayangkan pasalnya di Indonesia kanker payudara menduduki posisi kedua di bawah kanker rahim sebagai sebagai penyebab kematian tertinggi pada wanita.
Menurut Dr. Walta Gautama, SpB(K) Onk, Divisi Bedah RS Kanker Dharmais, penyebab utama pasien merasa takut untuk dioperasi adalah kurangnya pengetahuan tentang operasi.
"Pasien tidak mengetahui operasi jenis apa yang cocok untuk penyakitnya. Pasien bertanya apa yang dilakukan dokter saat operasi. Semua itu membuat pasien cemas karena tidak mempunyai gambaran mengenai situasi yang akan dihadapi setelah operasi," ujarnya dalam penyuluhan operasi Kanker Payudara di RS. Kanker Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).
Berdasarkan data dari RS. Kanker Dharmais, jumlah pasien kanker payudara yang datang dalam stadium III adalah 13, 42 persen, stadium III sebesar 17 persen dan stadium lanjut 29, 98 persen.
Galta menyayangkan hal tersebut, pasalnya jika pasien datang dengan stadium yang sudah lanjut akan semakin sedikit pilihan operasi bagi pasien.
Ia mengatakan, pasien tidak perlu merasa takut menghadapi operasi kanker payudara. Sebelum operasi, pasien pasti akan menjalani pemeriksaan mendalam. Keputusan jenis operasi yang akan dijalani juga diambil berdasarkan hasil diskusi tentang kelemahan dan keunggulan operasi serta keseuaian dengan jenis dan /staging/ kanker pada pasien. "Jadi tidak asal operasi," ucapnya.
Dikatakannya, secara garis besar terdapat dua jenis operasi untuk kanker payudara yaitu Mastektomi dan /Breast Conserving Therapy /(BCT) . Teknik ini digunakan untuk mengangkat jaringan payudara sambil berusaha mempertahankan sebagian payudara, puting dan areola. Operasi BCT dilakukan juga dengan pengangkatan kelenjar getah bening akisla dan dilanjutkan dengan radiasi.
Operasi ini cocok untuk kanker payudara stadium dini kecuali kanker yang letaknya di tengah payudara. Syarat lain untuk melakukan BCT, besar tumor tidak lebih dari, tidak ada penyebaran pada jaringan lain dan puting tidak ikut terkena.
Teknik yang kedua adalah Mastektomi, operasi ini mengangkat seluruh jaringan payudara, puting dan seluruh pengangkatan getah bening aksila. Mastektomi sendiri terbagi lagi menjadi beberapa macam. Yang pertama adalah mastektomi radikal, yaitu mengangkat seluruh otot dada dan kelenjar getah bening aksila. Kemudian luka operasi ditutup dengan tandur kulit. "Teknik ini mulai ditinggalkan, karena hasilnya sangat
buruk secara kosmetik," kata dia.
Teknik Masektomi lainnya, kata Walta adalah skin sparing mastectomy. Operasi ini menyisakan kulit payudara. Skin sparing mastectomy ini banyak dilakukan bagi para pasien yang ingin menjalani rekonstruksi payudara.
Waktu yang digunakan untuk operasi skin sparing mastectomy ini lebih lama dari pada operasi biasa. Jika operasi biasa memerlukan waktu dua jam, teknik ini membutuhkan empat jam dalam pengerjaannya. "Itu disebabkan luka yang dibuat kecil. Jadi pengeluaran jaringan payudara membutuhkan waktu yang lama," kata dia.
http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/09/08/ 13522724/ operasi.kanker. payudara. masih.ditakuti
Label:
kesehatan
Waspadai Benjolan Tak Menyakitkan di Payudara
Selasa, 8 September 2009 | 13:45 WIB
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*
*JAKARTA, KOMPAS.com* — Jika Anda memiliki benjolan pada payudara, tetapi tidak merasa nyeri, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, salah satu indikasi kanker payudara adalah terdapat benjolan tanpa rasa sakit.
"Kalau pada payudara ada benjolan lunak dan tidak terasa nyeri, segera periksa. Dikhawatirkan, itu kanker," kata dr Walta Gautama, SpBK (K) Onk, divisi bedah Tumor RS Kanker Dharmais, di RS Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).
Ia menuturkan, semakin keras dan nyeri akibat benjolan yang ada pada payudara, maka semakin kecil kemungkinan benjolan itu adalah tumor. Pasalnya, benjolan kanker pada payudara tidak menyebabkan rasa nyeri. "Banyak pasien yang salah sangka. Mereka pikir kalau benjolan tidak nyeri itu aman, yang nyeri justru yang berbahaya. Padahal, anggapan itu salah," ungkap Walta.
Ia menyesalkan, akibat anggapan tersebut, banyak pasien yang menganggap enteng benjolan yang ada itu dan baru berkonsultasi setelah mengalami stadium lanjut.
Ia menerangkan, besarnya benjolan tergantung pada /staging /atau stadium/ /kanker payudara. Stadium 0, sangat dini, benjolan belum teraba. Stadium/ /I, ukuran benjolan kurang dari 2 cm. Stadium II, ukuran benjolan meningkat menjadi 2,5 cm, Stadium III, benjolan membesar menjadi lebih dari 5 cm. Kemudian pada stadium IV, benjolan bisa lebih dari 5 cm.
Menurutnya, setiap wanita harus melakukan /screening /pada payudara mereka sendiri. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan terkena kanker payudara. Waktu yang tepat untuk melakukan /screening/ adalah tujuh sampai sepuluh hari setelah selesai menstruasi. "Pada saat itu, hormon telah kembali normal sehingga, jika terdapat benjolan yang mencurigakan, akan segera terdeteksi," kata dia.
http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/09/08/ 13452757/ waspadai. benjolan. tak.menyakitkan. di.payudara
*Laporan wartawan KOMPAS.com Rosdianah Dewi*
*JAKARTA, KOMPAS.com* — Jika Anda memiliki benjolan pada payudara, tetapi tidak merasa nyeri, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, salah satu indikasi kanker payudara adalah terdapat benjolan tanpa rasa sakit.
"Kalau pada payudara ada benjolan lunak dan tidak terasa nyeri, segera periksa. Dikhawatirkan, itu kanker," kata dr Walta Gautama, SpBK (K) Onk, divisi bedah Tumor RS Kanker Dharmais, di RS Dharmais, Jakarta, Selasa (8/9).
Ia menuturkan, semakin keras dan nyeri akibat benjolan yang ada pada payudara, maka semakin kecil kemungkinan benjolan itu adalah tumor. Pasalnya, benjolan kanker pada payudara tidak menyebabkan rasa nyeri. "Banyak pasien yang salah sangka. Mereka pikir kalau benjolan tidak nyeri itu aman, yang nyeri justru yang berbahaya. Padahal, anggapan itu salah," ungkap Walta.
Ia menyesalkan, akibat anggapan tersebut, banyak pasien yang menganggap enteng benjolan yang ada itu dan baru berkonsultasi setelah mengalami stadium lanjut.
Ia menerangkan, besarnya benjolan tergantung pada /staging /atau stadium/ /kanker payudara. Stadium 0, sangat dini, benjolan belum teraba. Stadium/ /I, ukuran benjolan kurang dari 2 cm. Stadium II, ukuran benjolan meningkat menjadi 2,5 cm, Stadium III, benjolan membesar menjadi lebih dari 5 cm. Kemudian pada stadium IV, benjolan bisa lebih dari 5 cm.
Menurutnya, setiap wanita harus melakukan /screening /pada payudara mereka sendiri. Hal tersebut dimaksudkan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan terkena kanker payudara. Waktu yang tepat untuk melakukan /screening/ adalah tujuh sampai sepuluh hari setelah selesai menstruasi. "Pada saat itu, hormon telah kembali normal sehingga, jika terdapat benjolan yang mencurigakan, akan segera terdeteksi," kata dia.
http://kesehatan. kompas.com/ read/xml/ 2009/09/08/ 13452757/ waspadai. benjolan. tak.menyakitkan. di.payudara
Label:
kesehatan
Kamis, April 29, 2010
MENGHILANGKAN BATU EMPEDU SECARA ALAMIAH
oleh Dr Lai Chiu-Nan
Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker.
Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama kata Dr.Chiu-Nan.
Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.
Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam.
Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh Epsom salt (magnesium sulfat, garam Inggris?) dengan segelas air hangat.
Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.
Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum.
Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.
Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. Batu-batu ini biasanya mengambang, menurut Dr. Chiu-Nan.
Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali.
Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.
--
Best Regard
Erwin Arianto,SE
Dikutip dari : Estimator - CGN
Ini telah berhasil bagi banyak orang. Apabila kejadian anda demikian juga, ayolah beritahu pada orang lain. Dr. Chiu-Nan sendiri tak memungut biaya untuk informasinya ini, karena itu sebaiknya kita buat ini gratis juga. Ganjarannya adalah bila ada orang yang karena informasi yang anda berikan menjadi sehat.
Batu empedu tak banyak dirisaukan orang, tapi sebenarnya semua perlu tahu karena kita hampir pasti mengindapnya. Apalagi karena batu empedu bisa berakhir dengan penyakit kanker.
Kanker sendiri tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama kata Dr.Chiu-Nan.
Umumnya ada penyakit lain yang mendahuluinya. Dalam penelitian di Tiongkok saya menemukan bacaan bahwa orang-orang yang terkena kanker biasanya ada banyak batu dalam tubuhnya. Dalam kantung empedu hampir semua dari kita mengandung batu empedu. Perbedaannya hanya dalam ukuran dan jumlah saja. Gejala adanya batu empedu biasanya adalah perasaan penuh di perut ('nek, busung) sehabis makan. Rasanya kurang tuntas mencernakan makanan. Dalam kondisi parah ada tambahan rasa nyeri pada ginjal.
Bila anda menduga ada batu pada empedu anda, cobalah cara yang dianjurkan oleh Dr. Chiu Nan untuk menghilangkannya secara alamiah. Pengobatan ini juga dapat dipakai bila ada keluhan gangguan hati, karena hati dan kandung empedu saling berkaitan.
Tata-cara pengobatannya adalah sebagai berikut :
1. Selama lima hari berturut-turut minumlah empat (4) gelas sari buah apel segar setiap hari, atau makanlah empat atau lima buah apel segar, tergantung selera anda. Apel berkhasiat melembutkan batu empedu. Selama masa ini anda boleh makan seperti biasa.
2. Pada hari ke-enam jangan makan malam.
Jam 6 petang, telanlah satu sendok teh Epsom salt (magnesium sulfat, garam Inggris?) dengan segelas air hangat.
Jam 8 malam lakukan hal yang sama. Magnesium sulfat berkhasiat membuka pembuluh-pembuluh kandung empedu.
Jam 10 malam campurkan setengah cangkir minyak zaitun (atau minyak wijen) dengan setengah cangkir sari jeruk segar. Aduklah secukupnya sebelum diminum.
Minyaknya melumasi batu2 untuk melancarkan keluarnya batu empedu.
Keesokan hari Anda akan menemukan batu-batu berwarna kehijauan dalam limbah air besar anda. Batu-batu ini biasanya mengambang, menurut Dr. Chiu-Nan.
Cobalah hitung jumlahnya. Ada yang jumlahnya 40, 50 sampai 100 batu. Banyak sekali.
Tanpa gejala apapun Anda mungkin memiliki ratusan batu yang berhasil dikeluarkan melalui metoda ini, walaupun mungkin tidak semuanya keluar.
Baik sekali apabila kita sekali-kali membersihkan kandung empedu kita.
--
Best Regard
Erwin Arianto,SE
Dikutip dari : Estimator - CGN
Label:
kesehatan
Senin, Maret 29, 2010
MEDITASI ZHEN QI SIRKULASI

Meditasi adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk memusatkan banyak titik perhatian ke satu titik perhatian. Salah satu teknik meditasi yang terkait dengan pernapasan adalah meditasi sirkulasi temuan DR. Li Shao Bo, seorang profesor asal Lanzhou, China. Meditasi ini disebut Zhen Qi. Zhen artinya asli, dan Qi artinya energi. Zhen qi atau energi asli/murni manusia sebenarnya sangat potensial untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dan stamina, sayangnya hanya sedikit orang yang paham mengenai hal ini.
Zhen qi adalah ilmu yang mengajarkan orang supaya panjang umur dengan cara mengoptimalkan energi vital yang sudah ada dalam tubuh kita sendiri, yaitu dengan teknik pernapasan yang terkonsentrasi pada embusan napas (napas buang).
Awalnya, DR. Li merasakan keprihatinan yang mendalam melihat pasiennya bolak-balik datang. Buat Li, hal itu merupakan pemborosan dan menurunkan kredibilitasnya sebagai dokter. Lalu dengan mendalami kitab induk dari berbagai ilmu pengobatan tradisional *Tionghoa* yang berusia 3000 tahun, Li mulai merumuskan zhen qi dan cara mempraktekkannya.
Kitab Kaisar Kuning sebagai kitab induk mengajarkan bahwa panjang umur dengan kualitas tubuh yang sehat itu penting. Namun untuk merumuskan kitab yang disebut yellow emperor ini, selain bahasanya sangat kuno, sistematikanya juga tidak bagus, bahkan para ahlipun belum tentu paham dengan tulisan yang tersuguhkan, akhirnya DR. Li berhasil dapat merumuskan dan menemukan cara mempraktekkan zhen qi (bernapas yang benar).
Zhen Qi Sirkulasi mengajarkan bahwa pernapasan dalam itu sangat penting, akan tetapi justru kita tidak pernah melakukannya. Kita terbiasa menggunakan pernapasan luar yang berlangsung antara 16-20 kali per menit. Menurut isi Kitab Kaisar Kuning, zhen qi akan efektif bila kita melakukan pernapasan dalam yang berlangsung antara 9-10 kali per menit. Hitungan 9-10 kali per menit menunjukkan kita diharapkan bisa bernapas dalam dan lambat.
Sebenarnya pernapasan dalam yang dimaksud adalah konsentrasi pada saat kita menghembuskan napas (napas buang). Kita tidak perlu berupaya supaya napas kita panjang dan lama. Bernapas normal saja serta rileks. Lama-lama setelah kita rileks, pernapasan kita akan berlangsung seperti saat kita tidur, dan itu terasa nyaman sekali.
Menurut DR. Li dalam bukunya "Treatise on Zhen Zhen-Qi Circulation" yang dicetak masih dalam bahasa Mandarin, konsentrasi pada embusan napas ini memiliki arti sangat penting. Saat kita menghembuskan napas, saraf parasimpatik akan bekerja dan saraf simpatik terhalangi. Akibatnya, tubuh menjadi rileks. Saat rileks, dengan sendirinya tekanan darah menurun dan segala nyeri akan hilang.
Saat kita menghembuskan napas, oksigen menjadi sebuah kristal energi. Tidak heran bila kita melihat peragaan bela diri karate, silat, maupun kung-fu; saat memukul entah itu benda keras atau lawan, kebanyakan dari mereka mengeluarkan napas lewat teriakan.
Selain beberapa hal itu, hembusan napas menyebabkan energi di jantung turun ke ulu hati, membuat sistem pencernaan bekerja sempurna. Lalu turun ke dan tian bawah (pusat energi di bawah pusar).
Sembari mencapai pernapasan ideal ini, kita diajari menggerakkan zhen qi supaya membuka 8 meridian yang kita miliki, yaitu yang qiao, yin qiao, yang wei, yin wei, chong, dai, ren, dan du. Namun dalam prakteknya, kita hanya berkonsentrasi supaya zhen qi membuka 2 meridian utama, yakni ren dan du/tu.
Setelah 2 meridian utama atau gerbang energi terbuka, dengan mengatur supaya zhen qi melewati jalurnya, ke 6 meridian lainnya secara otomatis akan terbuka. Jalur energi pun menjadi lancar. Selanjutnya berakibat 12 meridian umum lainnya juga ikut terbuka, sehingga efeknya seluruh tubuh akan sehat karena seluruh jalur energi atau meridian tidak terhambat. Sakit itu adalah gejala adanya jalur meridian yang tertutup sehingga energi zhen qi tidak berjalan lancar.
Latihan Meditasi Zhen Qi Sirkulasi dikatakan berhasil bila kita mampu membawa zhen qi kembali ke dan tian bawah. Pada dasarnya ada 5 tahap latihan. Pertama, konsentrasikan zhen qi di dan tian tengah (ulu hati). Kedua, turunkan zhen qi ke dan tian bawah (tiga jari di bawah pusar). Ketiga, konsentrasi pada dan tian bawah. Keempat, konsentrasikan zhen qi untuk dibawa memutar menuju meridian du dan berhenti di dan tian atas (di antara alis mata). Kelima, konsentrasikan zhen qi untuk dibawa ke dan tian bawah lagi.
Pemusatan pikiran berlangsung bersamaan, yakni saat menghembuskan napas dan menggerakkan zhen qi. Setelah berhasil membuka jalur meridian, biasanya saat latihan kita hanya akan konsentrasi di dan tian bawah.
Teknik pelatihan Meditasi Zhen Qi ini berlaku untuk semua umur. Walaupun sangat sederhana, namun efek latihan ini luar biasa. Setelah jalur meridian terbuka, tubuh akan terasa segar, sehat, dan tidak mudah sakit.
Teori dan Pelatihan Zhen Qi Sirkulasi ini telah diuji coba oleh DR. Li Shao Bo di Lanzhou Chinese Medicine Hospital, tempat prakteknya sejak usia 30 tahun hingga saat ini. Banyak penyakit kronis tersembuhkan, misalnya: stroke, kanker, tumor, gangguan lambung, maag, jantung koroner, hepatitis, gagal ginjal, diabetes, ashma, darah tinggi, rematik, saraf terjepit, penglihatan menurun, penyembuhan pasca operasi, ketergantungan obat tidur, alergi, stress, dan masih banyak lagi.
Dibutuhkan waktu tersendiri dan ketekunan untuk berlatih sampai zhen qi bisa menembus jalur meridian ren dan du. Untuk dapat 'dung' atau tembus dibutuhkan waktu satu bulan latihan. Namun ada anak kecil yang hanya butuh waktu beberapa hari saja sudah langsung bisa tembus. Mungkin anak kecil belum banyak pikiran sehingga mudah berkonsentrasi.
Proses pencapaian hingga menembus jalur ren dan du memang beraneka ragam, tergantung kondisi fisik masing-masing orang. Ada yang bisa melakukannya dalam waktu seminggu, ada pula yang butuh waktu satu bulan, bahkan ada yang berbulan-bulan. Yang membuat lama biasanya karena orang sulit mengendalikan pikiran, atau penyakit yang begitu banyak dan beragam, atau kurang tekun berlatih. Untuk pemula sebaiknya berlatih minimal 4 jam sehari.
PROSES PELATIHAN MEDITASI ZHEN QI SIRKULASI 5 TAHAP
1. Anda boleh duduk di kursi atau berdiri. Usahakan mencari posisi yang nyaman dengan punggung tegak, yang memungkinkan peredaran darah lancar. Lebih baik tidak bersila atau berlutut. Anda boleh berbaring, tetapi jangan terlentang, melainkan berbaring menyamping. Lebih baik menyamping ke kanan, tangan kanan letakkan di depan kepala (pelipis kanan) dan tangan kiri menutupi bagian bawah pusar. Area dan tian mesti ditutup supaya aman dari energi luar tubuh.
2. Buatlah seluruh tubuh anda rileks. Telapak tangan dalam posisi menelungkup. Bernapaslah seperti biasa. Tekuk lidah ke langit-langit di rongga mulut, supaya jalur meridian du dan ren tersambung. Mulailah dengan menarik napas lewat hidung, keluarkan lewat hidung. Jangan sengaja membuat panjang atau lama, karena proses ini akan anda capai dengan sendirinya.
3. Pusatkan perhatian (konsentrasi) setiap kali menghembus napas. Setelah beberapa detik perhatian dipusatkan pada dan tian tengah di ulu hati, setiap kali menghembuskan napas. Rasakan sensasi yang ada. Beberapa macam sensasi yang berlainan antara orang yang satu dengan yang lain biasa terjadi. Ada yang merasa hangat, dingin, tertekan, atau ada sesuatu seperti angin berputar di ulu hati. Itulah zhen qi yang dimaksud.
4. Bawalah zhen qi turun ke bawah, tiga jari di bawah pusar (dan tian bawah) dan konsentrasikan di bagian itu. Proses menurunkan zhen qi untuk setiap orang berbeda. Ada yang mudah, ada yang sulit. Ada yang turun, naik, turun lagi. Ada yang turun terus sampai ke kaki. Biarkan saja dan ikuti alirannya. Ada yang bisa sekali latihan, ada yang butuh beberapa kali latihan. Biasanya pada tahap ini ada beragam sensasi yang muncul. Yang terutama adalah angin kentut, karena banyak gas yang bergerak di sistem pencernaan. Kalau sudah demikian, keluarkan saja. Itu artinya zhen qi mulai memperbaiki fungsi pencernaan.
Sensasi lain yang biasa terasa antara lain rasa sakit atau gatal, terutama yang pernah menjalani operasi di perut. Ini pertanda zhen qi sedang membuka meridian yang putus akibat operasi.
Setelah latihan pada tahap ini biasanya orang sering buang air besar. Ini karena zhen qi mendorong kuat kotoran yang ada di pencernaan supaya bersih. Buang air bisa berlangsung 3-5 kali sehari. Bahkan ada yang lebih 10 kali atau belasan kali sehari. Ini adalah gejala yang normal. Biasanya gejala ini akan berlangsung dalam waktu satu sampai dua hari. Warna tinja juga akan beragam. Ada yang hijau, gelap, cokelat sekali. Itu merupakan gejala yang wajar. Anda tidak perlu ke dokter bila mengalami hal ini.
5. Latihan diteruskan dengan membawa zhen qi ke bagian belakang tubuh sepanjang meridian du, berhenti di dan tian atas (di antara alis mata). Proses tahap ini biasanya lebih sulit. Butuh waktu lama untuk kebanyakan orang.
Perjalanan zhen qi tergantung kondisi masing-masing orang. Bila ada bagian tubuh yang bermasalah, akan terasa sakit sepanjang jalur meredian yang dilewati dan perjalanan akan lambat. Sensasi gatal, panas, rasa seperti digigit semut, dan lain-lain akan terasa. Zhen qi bisa berjalan lancar, bisa bolak-balik. Bila zhen qi melewati meredian di area organ reproduksi, orang bisa bersemangat, vitalitas semakin tinggi, bahkan bisa jadi gairah seksual meningkat. Itu efek yang wajar.
Yang paling sulit bila zhen qi sudah mencapai leher dan mau menembus ke atas kepala. Terkadang proses ini disertai rasa sakit. Ini terjadi karena di bagian leher, sendi-sendi tulang leher begitu padat dan kuat, akibat menyangga kepala yang berbeban berat. Namun kalau sudah menembus leher dan naik ke kepala, sensasi hangat dan dingin akan terasa. Bahkan bisa terasa seperti cahaya melintas di atas kepala.
6. Setelah semua sensasi terasa, teruskan membawa zhen qi turun ke dan tian bawah lagi. Proses dan sensasi yang mirip akan anda temui seperti pada awal latihan, tetapi biasanya tidak sedahsyat yang pertama. Ini karena jalur energi sudah terbuka. Biasanya proses ini akan lebih mudah. Konsentrasikan zhen qi di dan tian bawah, biasanya akan dilakukan terus menerus bila anda sudah menembus jalur ren dan du. Anda tidak perlu latihan memutar jalur ren dan du tiap kali latihan. Dengan sendirinya, lama kelamaan energi akan semakin membesar di dan tian bawah dan mempengaruhi keseluruhan meridian. Ini berakibat positif, anda akan sehat dan panjang umur. Bila sudah sering latihan, biasanya zhen qi justru akan bergerak sendiri membersihkan jalur-jalur meridian dan menyeimbangkan energi tubuh anda.
7. Ingat, untuk bisa menembus zhen qi dari meridian ren ke du butuh latihan yang tekun. Paling tidak setiap hari dibutuhkan waktu empat jam. Bisa dipecah-pecah waktunya, minimal 20 menit untuk setiap kali latihan. Pada awal penemuan teknik ini, DR. Li Shao Bo malah meminta murid-muridnya latihan sampai berjam-jam sehari. Bisa anda lakukan setelah mandi pagi, sebelum sarapan, dan berangkat kerja. Selanjutnya latihan bisa dilakukan siang hari saat istirahat dan sore sepulang kerja. Malam hari sebelum tidur, baik juga bila berlatih lagi.
8. Yang jelas saat latihan anda harus dalam keadaan rileks dan tenang. Jangan terburu-buru. Nikmati seluruh proses dengan gembira dan tanpa tekanan. Buatlah kegelisahan, kecemasan, kesedihan, atau apa saja akrab dengan anda dengan menyadari dan menikmatinya. Dengan sendirinya semua akan hilang.
9. Bila ada obat dokter atau ramuan tertentu yang mesti diminum, minum saja. Makanan apapun tidak perlu dipantang, kecuali untuk mereka yang mengidap penyakit tertentu. Seiring perkembangan latihan, anda akan melihat hasilnya. Latihan ini tidak memiliki efek samping yang membahayakan tubuh. Justru sebaliknya, yang terjadi adalah efek penyembuhan.
10. Yang penting, anda butuh pembimbing untuk menjalani proses ini. Bisa juga anda melakukannya bersama teman dalam satu kelompok. Ini akan membantu proses, karena bisa saling menceritakan hasilnya. Masing-masing orang akan dikuatkan satu sama lain.
Dengan bermeditasi, kita dapat lebih menyadari kebesaran Sang Pencipta akan kehebatan dan kesempurnaan alam semesta ini, dimana kita dapat memanfaatkan segala sesuatu dari alam yang tersedia di sekitar kita untuk mencapai kenikmatan hidup (sehat, sejuk, tenang, dan bahagia). Dengan demikian kita dapat lebih bersyukur kepada Sang Pencipta yang telah memberikan segala sesuatu baik adanya.
Label:
kesehatan
ZHEN-QI MEREDAM EFEK KEMOTERAPI
Monday, August 3, 2009 at 12:44am
Nama : Linda Bonang
Rambut rontok, tekanan darah melonjak,tulang keropos,sesak napas, begitulah gejala slide effect kemoterapi. Walaupun saya sudah menerima penjelasan dengan rinci sebelum menjalaninya,toh ketika gejala itu muncul, saya sangat tertyekan .saya mengalami saat-sat berat ketika menjalani pengobatan kanker payudara ; jatuh bagun meredam efek samping kemoterapi . Sampai suatu saat saya belajar mengolah Zhen-Qi yang diajarkan oleh guru dari China kesehatan saya pulih kembali.
HORMONAL IMBALANCE
Sistem hormon yang tidak seimbang ,itulah vonis dokter di General Hospital Singapura.Saya dan suami memang secara rutinmelakukan periksaan disana . Saat itu awal tahun 2000,saya mengalami pendarahan seperti menstruasi yang tak henti-henti. Dokter mengatakan system hormonal saya tidak seimbang atau hormonal imbalance.Dengan sekali suntik, pendarahan itu berhenti.Saya juga diberi preparat atu obat progesteron.
Pada tahun 2000 itu juga,saya mulai merasakan kelainan pada payudara kanan, ada benjolan dibagian ujung dekat puting. Namun , karena kesibukan merawat ayah sakit,saya tidak terlalu memperhatikan kelainan tersebut. Saya baru memeriksakan diri kedokter Singapura ketika general check-up rutin pada awal bulan September 2000.
Dokter ahli kandungan (ginekolog )yang memeriksa saya tampak kaget, dia segera mncarikan breast surgeon (ahli bedah kanker payudara).Kemudian diminta berkonsultasi dengan ahli tersebut .Dokter mengatakan dalam payudara saya berkembang sel kanker ganas .
Hari itu juga saya menjalani biopsi, yaitu pengambilan sedikit jaringan untuk pemeriksan lebih lanjut.Pada bagian payudara yang ‘sakit ‘ditusuk sampai empat kali untuk ndapatkan cotoh jaringan sel kankernya, yang kemudian diperiksa dalam laboratorium. Kata dokter hasilnya baru bisa diberikan dua minggu kemudian .Saya pulang ke Jakarta masih dalam keadaan tenang.
SEL KANKER GANAS
Tepat pada hari ke 40 setelah meninggalnya ayah saya (beliau seorang psikiater dan dokter ahli saraf ) , didalam mimpi tergambar dengan jelas ayah datang dan mengatakan ‘itu kanker ganas ,kalau tidak dioperasi akan menyebar kemana-mana’.
Saya tidak cerita kepada siapapun, tetapi pagi itu juga saat sarapan, ada fax masuk dari General Hospital Singapura, yang meminta saya segera kembali karena hasil biopsi saya sudah ada .Saya terkena knaker ganas.Kini saya benar-benar panik. Kanker ganas yang sering saya dengar dialami oleh banyak wanita itu kini berkembanag dalam tubuh saya. Peringatan dokter agar saya segera mengambil tindakan semakin membuat saya tertekan .
Saya sempatkan berkonsultasi dan mmemeriksakan diri kepada dokter ahli kanker di Jakarta, Dokter Tjindarbumi yang berpraktik di RS Darma Nugraha ,Rawamangun. Hasilnya tidak berbeda dengan rumah sakit di Singapura.
Mendapatkan kenyataan seperti ini saya merasa tambah terpukul .Walau sebelumnya saya sudah pernah berpikir bahwa setiap wanita berpeluang terkena kanker ganas ini ,tetapi kenapa mesti saya….
Sekitar seminggu saya hanya menyesali diri dikamar ,hinga saya merasa mentog, ketemu jalan buntu. Saya tidak akan sampai kemana-mana jika hanya mengunci seperti ini .
Suami yang juga ikutan panik kemudian mengajak saya untuk mencari second opinion ke Brussel. Kami mempunyai teman yang bekerja disana ,mengidap kanker payudara juga . Teman ini bercerita tentang dokter yang menaganinya, seorang dokter wanita, ginekolog, sekaligus ahli breast surgeon. Pikir saya, dokter tersebut pasti sangat memahami penyakit wanita seperti yang saya alami ini.
Tetapi selama menjalani pemeriksaan disana, saya sangat menderiata karena tidak tahan cuaca Brussel dalam musim dingin seperti saat itu.Akhirnya kami putuskan untuk melanjutkan terapi di Singapura. Atas rekomendasi dokter di Brussel, yaitu ditangani oleh sebuah tim dokter bukan private practioner. Dengan demikian semua keputusan terapi dibuat berdasarkan bahasan banyak ahli, bukan satu orang .saya menyadari, memang hanya Tuhan yang mampu memeri kesembuhan, saya sangat berharap bisa dipertemukan dengan dokter yang tepat untuk saya.
Sebagaimana yang direkomendasikan dokter di Brussel, kami putuskan memilih NCC (National Cancer Center) Singapore.Saya mendapat dokter ahli bedah senior, Dr Wong Chow Yin.
Dukungan Moral dari orang - orang Sekitar
Saya sangat bersyukur atas dukungan suami dan anak-anak. Mereka tak henti-henti memompa senagat saya. “ Mami harus tetap hidup untuk kami,”demikian kata-kata mereka yang harus menjadi penguat saya. Saya juga sangat berterimakasih mempuyai teman - teman yang sangat peduli.
Pada bulan November 2000, saya menjalani operasi. Selain suami yang sabar, saya sangat terharu dengan support teman - teman ( saya aktif di kelompok paduan suara, hobi saya selain menyanyi adalah mengiring saya dengan organ).Pada hari operasi teman - teman berdoa bersama untuk saya.
Suatu hal yang perlu saya ceritakan dalam proses terapi disana, informasinya serba jelas. Tahap demi tahap proses operasi berikut pasca terapi dengan rinci dijelaskan oleh seorang pendamping kepada saya. Sampai- sampaiposisi saya di meja operasi , rasa sakit yang mungkin akan muncul efek lain dan sebagainya, semuanya saya pahami.
Saya puas menjalani tahapan terapi karena semuanaya sudah bisa saya bayangkan . Sampai detik terakhir sebelum operasi saya masih bisa berkomunukasi dengan dokter, yaitu meyampaikan keinginan saya (yang didukung suami ) agar dokter mengambil seluruh payudara saya yang terkena kanker. Walau demikian dokter tetap tidak bisa memberi jaminan bahwa dengan operasi ini saya akan terbebas dari kanker.
Operasi berjalan lancar. Perhatian serta dukungan moral dari orang- orang sekitar sangat besar artinya. Kesabaran suami serta perhatian anak - anak merupakan ‘obat’ mujarab . Walau kanker di dada saya baru 2 cm, tetapi dokter tetap m,enganjuerakan saya menjalani kemopterapi setelah operasi. Dokter menjadwalkan 6 kali kemoterapi, yang dimulai pada januarai 2001
Pada saat kemoterapi pertama badan saya hanya lemas saja. Pada kemo - kemo berikutnya, semua efek sampingan kemoterapi yang pernah saya dengar, mulai saya rasakan .
Saya sudah membayangkan bahwa rambut saya bakal rontok, namun tatkala melihat bantal penuh rambut saat bangun pagi-pagi, begitu juga saat keramas, seolah rambut di kepala terlepas semua. Saya menangis karena shock. Obat kemo yang disuntikkan setiap kali terapi itu ternyata membuat perut saya mual dan sakit. Saya juga muntah. Tulang-tulang ngilu, jari-jari tangan kaku dan sulit digerakkan. Berat badan membumbung drastic. Aneh, biasanya pasien kemoterapi akan kurus mendadak, tetapi saya malah sebaliknya. Perut saya semakin besar dan mengeras, hingga jika dalam posisi berbaring saya tidak bisa melihat kaki karena tertutup perut yang gembung.
Tetapi saya tetap berusaha makan terus. Yang saya pikirkan, saya tidak boleh muntah, saya harus makan, saya harus segera sehat karena keluarga sangat membutuhkan saya. Namun pada kenyataannya sehari-hari tidak semudah itu meredam efek kemo yang memang sangat menyiksa.
Berupaya Pengobatan Alternatif
Betapa pentingnya bisa bergembira. Kegembiraan bagi saya bisa menyulut semangat hidup. Untuk itu saya berusaha tetap bisa berhubungan dengan teman-teman. Saya kemudian bergabung dengan breast cancer supporting group, wadah untuk saling berbagi pengalaman bagi pasien-pasien kanker payudara. Sikap membuka diri, tidak malu mengatakan bahwa diri kita terkena kanker ternyata sangat meringankan penderitaan. Tanpa sadar sikap seperti ini telah membuka jalan mengalirnya berbagai bantuan, misalnya informasi tentang berbagai terapi. Saya dituntut untuk memilih terapi mana yang saya butuhkan.
Saya kemudian mengikuti terapi doa di berbagai tempat. Terus terang setelah mengalami kejadian ini saya jadi rajin berdoa. Perasaan menjadi tenang saat berdekatan dengan-Nya. Suami saya kemudian membuatkan sebuah ruangan doa di rumah, sehingga setiap saat saya bisa berlama-lama berdoa disana.
Atas info dan ajakan teman-teman, saya kemudian bergabung dengan kelompok Yoga. Saya berlatih Yoga dari seorang guru wanita asal India. Saya juga ikut latihan meditasi di kelompok studi Spiritualitas Brahma Kumaris di Jl. Cibulan, Kebayoran Baru. Dari kegiatan meditasi saya merasakan manfaatnya, menjadi lebih sabar dan pasrah.
Saya juga mencoba terapi tusuk jarum untuk meredakan sakit tulang. Saya datang 5 kali kepada Shin She di Jalan Kartini, Jakarta Pusat. Lumayan, untuk sementara bisa menghilangkan rasa sakit di kaki. Tetapi makin hari saya semakin sulit menggerakan tubuh, karena sakit di tulang belakang makin terasa. Jari-jari tangan juga semakin kaku.
Ketika saya check-up ke Singapore, untuk mengurangi sakit tulang ini, dokter menyuntikan obat langsung ke tulang jari-jari tangan. AMPUN… meski sudah dibius rasa sakitnya lama baru hilang. Akhirnya saya menolak untuk disuntik lagi.
Seorang kenalan menyarankan saya berkonsultasi kepada dr. Shelly yang berpraktik di sebuah klinik holistic di Jakarta Selatan. Banyak teman mengatakan “kesaktian” dokter ini yang mendeteksi pasien dengan energi prana. Itu memang terbukti. Tanpa saya ceritakan kondisi kesehatan saya saat itu, Dr. Shelly mengetahui bahwa dalam rahim saya sudah berkembang Myoma sebesar 4cm. Tepat seperti yang dideteksi dokter di Singapura. Myoma ini memang sudah diperkirakan oleh dokter di Singapura. Setelah menjalani operasi, saya memang harus minum obat untuk menekan produksi hormon Estrogen selama 5 tahun. Dari penelitian, efek sampingan dari obat ini memang bisa memicu munculnya Endomidtriosis Cancer namun dokter di Singapura sudah mengantisipasi kemungkinan ini, antara lain saya harus rutin menjalani pemeriksaan pada dokter ahli kandungan. Atas anjuran Dr. Shelly saya juga berhenti dari latihan yoga karena tidak cocok untuk tulang belakang saya. Namun meditasi terus saya lakukan. Hal-hal seperti inilah yang tetap mendorong saya untuk terus berupaya mencari cara membebaskan diri dari sel ganas kanker. Setelah operasi dan menjalani kemoterapi masih terus bermunculan gejala yang lain. Saya selalu berdoa semoga Tuhan membimbing saya kepada arah yang tepat.
BELAJAR MENGOLAH ZHEN-QI
Atas informasi teman juga akhirnya saya bisa bergabung dengan kelas Zhen-Qi Circulation pada akhir November 2004. Yayasan Zhen-Qi Indonesia bekerja sama dengan Prof.dr.Li Shao Bo Zhen-Qi Research Institute menggelar kelas meditasi Zhen-Qi Circulation di Jakarta. Dalam pelatihan selama 16 hari ( tidak boleh terputus ) saya bersama 80 peserta lain di ajar oleh instruktur Ms. Tan Fu Ling, dari Lanzhou.
Latihan-latihan meditasi yang pernah saya coba sebelumnya ternyata sangat membantu saya untuk berkonsentrasi latihan Zhen-Qi ini. Saya mampu bertahan melakukan meditasi selama 4 jam setiap hari. Sehari-hari dalam latihan tersebut kami diperkenalkan pada system peredaran Zhen-Qi ( energi kehidupan ) dalam tubuh, sekaligus dipandu tahap demi tahap cara menggerakan aliran energi tubuh ini.
Pada hari ke-4 menjalani latihan, saya sudah berhasil menggerakkan aliran Zhen-Qi ( dikenal dalam istilah Dong Goan ), yaitu kondisi tubuh saat tersambungnya meridian Ren bagian depan tubuh, dan meridian Du ( bagian belakang tubuh). Dengan tercapai kondisi ini berarti saluran meridian keseluruhan tubuh saya sudah terbuka. Selanjutnya dengan pengolahan Zhen-Qi secara rutin, peredaran Zhen-Qi akan lancar, dan keadaan ini akan membantu penyembuhan tubuh dari dalam.
Efek meditasi Zhen-Qi memang sangat nyata. Dalam awal-awal latihan saya merasa seluruh tubuh pegal, nyeri dan ngilu ( kata guru ini memang efek sapuan Zhen-Qi pada bagian-bagian tubuh yang sakit), tetapi selanjutnya saya menemukan kenyamanan dalam setiap latihan.
Sakit tulang yang menghambat aktifitas saya sejak kemoterapi mulai menghilang. Begitu juga perut yang membengkak kini mulai menepis dan lunak. Sebelumnya saya sama sekali tidak bisa menekuk lutut, membungkukan punggung, tidak kuat naik tangga karena nafas sesak. Semua gerakan itu kini dengan mudah saya lakukan. Saya kini juga sudah mulai melepaskan diri dari obat darah tinggi yang sejak dulu tidak bisa saya tinggalkan. Memang belum lepas sama sekali, dalam 2 minggu saya hanya minum 3 hari.
Mendapatkan hasil seperti ini dalam waktu yang relative singkat, tentu saja membuat saya semakin kecanduan berlatih Zhen-Qi. Setiap hari dalam setiap latihan saya merasa aliran Zhen-Qi tubuh setapak demi setapak membenahi bagian-bagian yang aus. Saya memang tidak pernah mengharapkan kembalinya kondisi seperti semula, tetapi dengan mengalirkan Zhen-Qi itu mengalir juga kesadaran, bahwa saya semakin bersyukur atas karunia Tuhan yaitu kesehatan.
Akhir Februari 2005 lalu hasil Check-Up di NCC membuat dokter saya sangat terkesan. Hasil pemeriksaan Mamograf payudara saya sangat baik, jaringan bekas kanker di dada sudah “bersih”, begitu juga dengan Myoma ( sebagai efek samping obat ) juga semakin mengecil. Keluhan Back-Pain yang juga menjadi problem utama sudah sama sekali menghilang. Saya pun menceritakan bahwa dalam 3 bulan ini saya berlatih Zhen-Qi Circulation, namun dokter mengatakan belum pernah mendengarnya.
Dengan keadaan seperti sekarang ini tidak ada yang lebih pantas saya lakukan selain semakin bersyukur kepada Tuhan yang telah membimbing saya selama ini untuk dipertemukan dengan orang-orang dan cara terapi yang tepat untuk tubuh saya. (N)
Label:
kesehatan
Manfaat Minum Air Kelapa Ketika Hamil
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Jakarta, Air kelapa tak hanya bisa melepaskan dahaga, tetapi kandungan gizi yang terdapat di dalamnya sangat baik untuk kesehatan. Salah satunya, minum air kelapa selama kehamilan sangat dianjurkan, karena memiliki banyak manfaat kesehatan bagi ibu serta bayi.
Ada banyak nutrisi penting dalam air kelapa dan memiliki tingkat yang sama dengan keseimbangan elektrolitik yang kita miliki dalam darah. Air kelapa juga steril secara alami. Secara umum, air kelapa sangat sehat, tetapi bahkan lebih menguntungkan untuk wanita hamil.
Di negara-negara tropis yang hangat, dan kelapa tersedia dengan mudah, dokter sering kali merekomendasikan minimum satu gelas air kelapa per hari untuk wanita hamil. Kelapa membantu menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.
Air kelapa tender (empuk atau muda) dikenal sebagai sumber terkaya elektrolit, oleh karena itu sangat dianjurkan bagi orang yang menderita penyakit apa pun. Air kelapa juga mengandung klorida, kalium, magnesium, moderat jumlah gula, natrium dan protein yang tinggi.
Kalium dari minum air kelapa dapat membantu mengatur tekanan darah dan fungsi jantung. Juga merupakan sumber yang sangat baik dari serat, mangan, kalsium, riboflavin dan vitamin C.
Seperti dilansir dari babycenter dan buzzle, Senin (22/3/2010), beberapa manfaat dari air kelapa untuk wanita hamil adalah sebagai berikut:
1.. Air kelapa adalah minuman isotonik alami. Ini membantu dalam pengisian cairan dan hilangnya garam alami yang dilepaskan oleh tubuh. Air kelapa dapat sangat mencegah dehidrasi dan kelelahan.
2.. Air kelapa pada dasarnya bebas lemak dan dikenal sebagai minuman nol kolesterol. Beberapa studi telah melaporkan, bahwa air kelapa juga memiliki efek positif untuk menaikkan tingkat HDL (High-density lipoprotein) , yaitu kadar kolesterol yang baik dalam tubuh. Hal ini dapat membantu menjaga kadar kolesterol tinggi.
3.. Air kelapa sangat dikenal untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Karena air kelapa kaya dengan asam laurat yang digunakan tubuh untuk menghasilkan monolaurin yang dapat memerangi penyakit asam lemak turunan. Asam laurat dapat memiliki anti bakteri, anti virus dan anti jamur. Kandungan seperti itu dapat sangat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu dan pertumbuhan janin, dan sangat mencegah terjadinya infeksi flu, HIV, herpes, dan lainnya.
4.. Manfaat kesehatan lain dari air kelapa adalah bahwa dapat membantu mencegah dan mengobati mulas. Air kelapa secara efektif membantu membersihkan usus dan saluran pencernaan. Hal ini dapat meringankan wanita hamil dari mulas dan sembelit, juga disarankan untuk orang yang menderita bisul.
5.. Sebagian besar wanita menderita urinary tract infection (infeksi saluran kemih atau UTI). Air kelapa menjadi diuretik alami, dapat membantu meningkatkan aliran dan frekuensi urin. Dengan demikian, air kelapa dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh dengan mudah, sehingga dapat mencegah infeksi saluran kemih dan timbulnya batu ginjal.
6.. Air kelapa adalah sumber alami dan aman untuk hidrat tubuh, dan melancarkan pencernaan, dan juga merupakan bahan kimia gratis yang mengandung jumlah elektrolit yang tinggi.
7.. Air kelapa ringan dan bahkan dapat membantu dalam penurunan berat badan. Satu cangkir air kelapa hanya mengandung 46 kalori, air kelapa seperti 95 persennya adalah air.
Air kelapa secara umum memiliki banyak manfaat kesehatan, dan merupakan sumber besar untuk mengisi kembali jumlah elektrolit tubuh, itulah sebabnya dianjurkan untuk orang tua dan orang sakit.
Jadi, ibu hamil sangat dianjurkan minum air kelapa setiap hari untuk mendapatkan semua manfaat kesehatan seperti yang disebutkan di atas. Minum air kelapa selama hamil juga dianjurkan dicampur dengan gula atau kunyit. Daging putih kelapa juga dapat dikonsumsi, karena sehat bagi ibu dan janin.(mer/ir)
Jakarta, Air kelapa tak hanya bisa melepaskan dahaga, tetapi kandungan gizi yang terdapat di dalamnya sangat baik untuk kesehatan. Salah satunya, minum air kelapa selama kehamilan sangat dianjurkan, karena memiliki banyak manfaat kesehatan bagi ibu serta bayi.
Ada banyak nutrisi penting dalam air kelapa dan memiliki tingkat yang sama dengan keseimbangan elektrolitik yang kita miliki dalam darah. Air kelapa juga steril secara alami. Secara umum, air kelapa sangat sehat, tetapi bahkan lebih menguntungkan untuk wanita hamil.
Di negara-negara tropis yang hangat, dan kelapa tersedia dengan mudah, dokter sering kali merekomendasikan minimum satu gelas air kelapa per hari untuk wanita hamil. Kelapa membantu menjaga kesehatan ibu dan pertumbuhan janin.
Air kelapa tender (empuk atau muda) dikenal sebagai sumber terkaya elektrolit, oleh karena itu sangat dianjurkan bagi orang yang menderita penyakit apa pun. Air kelapa juga mengandung klorida, kalium, magnesium, moderat jumlah gula, natrium dan protein yang tinggi.
Kalium dari minum air kelapa dapat membantu mengatur tekanan darah dan fungsi jantung. Juga merupakan sumber yang sangat baik dari serat, mangan, kalsium, riboflavin dan vitamin C.
Seperti dilansir dari babycenter dan buzzle, Senin (22/3/2010), beberapa manfaat dari air kelapa untuk wanita hamil adalah sebagai berikut:
1.. Air kelapa adalah minuman isotonik alami. Ini membantu dalam pengisian cairan dan hilangnya garam alami yang dilepaskan oleh tubuh. Air kelapa dapat sangat mencegah dehidrasi dan kelelahan.
2.. Air kelapa pada dasarnya bebas lemak dan dikenal sebagai minuman nol kolesterol. Beberapa studi telah melaporkan, bahwa air kelapa juga memiliki efek positif untuk menaikkan tingkat HDL (High-density lipoprotein) , yaitu kadar kolesterol yang baik dalam tubuh. Hal ini dapat membantu menjaga kadar kolesterol tinggi.
3.. Air kelapa sangat dikenal untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh. Karena air kelapa kaya dengan asam laurat yang digunakan tubuh untuk menghasilkan monolaurin yang dapat memerangi penyakit asam lemak turunan. Asam laurat dapat memiliki anti bakteri, anti virus dan anti jamur. Kandungan seperti itu dapat sangat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh ibu dan pertumbuhan janin, dan sangat mencegah terjadinya infeksi flu, HIV, herpes, dan lainnya.
4.. Manfaat kesehatan lain dari air kelapa adalah bahwa dapat membantu mencegah dan mengobati mulas. Air kelapa secara efektif membantu membersihkan usus dan saluran pencernaan. Hal ini dapat meringankan wanita hamil dari mulas dan sembelit, juga disarankan untuk orang yang menderita bisul.
5.. Sebagian besar wanita menderita urinary tract infection (infeksi saluran kemih atau UTI). Air kelapa menjadi diuretik alami, dapat membantu meningkatkan aliran dan frekuensi urin. Dengan demikian, air kelapa dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh dengan mudah, sehingga dapat mencegah infeksi saluran kemih dan timbulnya batu ginjal.
6.. Air kelapa adalah sumber alami dan aman untuk hidrat tubuh, dan melancarkan pencernaan, dan juga merupakan bahan kimia gratis yang mengandung jumlah elektrolit yang tinggi.
7.. Air kelapa ringan dan bahkan dapat membantu dalam penurunan berat badan. Satu cangkir air kelapa hanya mengandung 46 kalori, air kelapa seperti 95 persennya adalah air.
Air kelapa secara umum memiliki banyak manfaat kesehatan, dan merupakan sumber besar untuk mengisi kembali jumlah elektrolit tubuh, itulah sebabnya dianjurkan untuk orang tua dan orang sakit.
Jadi, ibu hamil sangat dianjurkan minum air kelapa setiap hari untuk mendapatkan semua manfaat kesehatan seperti yang disebutkan di atas. Minum air kelapa selama hamil juga dianjurkan dicampur dengan gula atau kunyit. Daging putih kelapa juga dapat dikonsumsi, karena sehat bagi ibu dan janin.(mer/ir)
4 Penyakit yang Sering Salah Diagnosis
http://health.detik.com/read/2009/09/08/075054/1198762/763/4-penyakit-yang-sering-salah-diagnosis
Banyaknya gejala yang mirip dan kekurangtahuan dokter kerap menghasilkan diagnosis penyakit yang salah. Jika kesalahan itu terus berlanjut, penanganan untuk penyakit yang sebenarnya pun bisa datang terlambat. Apa saja penyakit yang kerap salah didiagnosis dokter?
National Patient Safety Foundation mencatat sebanyak 40 persen dokter kerap melakukan kesalahan diagnosis, bahkan seorang ahli sekalipun. Hal itu karena beberapa penyakit memiliki gejala yang mirip dan sulit dibedakan kecuali menggunakan tes khusus.
Jika Anda bingung dengan suatu penyakit atau kondisi, ada baiknya bertanya atau mencari informasi untuk memastikannya lagi. Dikutip dari Redbook, Selasa (8/9/2009), ada 4 penyakit yang kerap salah didiagnosis dokter.
1. Stroke
Gejala: mati rasa, pusing, malas, pandangan kabur, kurangnya keseimbangan otot
Diagnosis dokter: vertigo, migrain, penyakit pendengaran
Sebuah studi mencatat sebanyak 14 persen kasus stroke pasien di bawah 45 tahun salah didiagnosis. Ketika seorang pasien muda mengeluh gejala di atas, dokter sering mendiagnosis penyakit-penyakit yang ringan karena stroke lebih banyak dialami orang-orang tua.
2. Sindrom 'Temporo Mandibular Joint' (TMB)
Gejala: pusing, telinga berdengung, sakit punggung, leher dan gigi
Diagnosis dokter: Migrain, kelainan telinga
TMB terjadi ketika sistem yang menghubungkan rahang dan tengkorak mengalami pembengkakan, kepala akan menjadi sakit dan telinga terganggu. TMJ adalah sendi yang berada di kedua sisi tengkorak dan menghubungkan rahang bawah (mandibula) dengan tulang temporal dari tengkorak. Gejalanya memang hampir mirip dengan migrain atau penyakit telinga, tapi jika diteliti lebih baik lagi itu adalah gejala TMJ dan
paling bagus ditangani dokter gigi, bukan dokter umum.
3. Penyakit jantung
Gejala: lelah, kesulitan bernafas, sakit dada, jantung berdetak kencang
Diagnosis dokter: stres atau serangan panik
Serangan jantung memang tidak terlalu kentara terlihat terutama pada wanita. Lelah atau nafas pendek mungkin hanya gejala awal saja, yang jelas hampir setengah dari penderita penyakit jantung wanita adalah korban salah diagnosis dokter.
4. Hipotiroid
Gejala: sering lelah, sedih, berat badan turun, insomnia, otot lembek
Diagnosis dokter: depresi
Dokter cenderung menghubungkan antara kesedihan dengan depresi dan sering melupakan tes hipotiroid, yaitu suatu kondisi dimana kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon tubuh yang cukup. Hipotiroid bisa mneyebabkan kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan depresi klinis.
Kesalahan diagnosis bisa berakibat fatal, namun dokter juga manusia, tidak luput dari kesalahan. Kesalahan diagnosis bisa dicegah jika pasien juga pintar.
Kunjungi http://KonsulSehat.web.id
Banyaknya gejala yang mirip dan kekurangtahuan dokter kerap menghasilkan diagnosis penyakit yang salah. Jika kesalahan itu terus berlanjut, penanganan untuk penyakit yang sebenarnya pun bisa datang terlambat. Apa saja penyakit yang kerap salah didiagnosis dokter?
National Patient Safety Foundation mencatat sebanyak 40 persen dokter kerap melakukan kesalahan diagnosis, bahkan seorang ahli sekalipun. Hal itu karena beberapa penyakit memiliki gejala yang mirip dan sulit dibedakan kecuali menggunakan tes khusus.
Jika Anda bingung dengan suatu penyakit atau kondisi, ada baiknya bertanya atau mencari informasi untuk memastikannya lagi. Dikutip dari Redbook, Selasa (8/9/2009), ada 4 penyakit yang kerap salah didiagnosis dokter.
1. Stroke
Gejala: mati rasa, pusing, malas, pandangan kabur, kurangnya keseimbangan otot
Diagnosis dokter: vertigo, migrain, penyakit pendengaran
Sebuah studi mencatat sebanyak 14 persen kasus stroke pasien di bawah 45 tahun salah didiagnosis. Ketika seorang pasien muda mengeluh gejala di atas, dokter sering mendiagnosis penyakit-penyakit yang ringan karena stroke lebih banyak dialami orang-orang tua.
2. Sindrom 'Temporo Mandibular Joint' (TMB)
Gejala: pusing, telinga berdengung, sakit punggung, leher dan gigi
Diagnosis dokter: Migrain, kelainan telinga
TMB terjadi ketika sistem yang menghubungkan rahang dan tengkorak mengalami pembengkakan, kepala akan menjadi sakit dan telinga terganggu. TMJ adalah sendi yang berada di kedua sisi tengkorak dan menghubungkan rahang bawah (mandibula) dengan tulang temporal dari tengkorak. Gejalanya memang hampir mirip dengan migrain atau penyakit telinga, tapi jika diteliti lebih baik lagi itu adalah gejala TMJ dan
paling bagus ditangani dokter gigi, bukan dokter umum.
3. Penyakit jantung
Gejala: lelah, kesulitan bernafas, sakit dada, jantung berdetak kencang
Diagnosis dokter: stres atau serangan panik
Serangan jantung memang tidak terlalu kentara terlihat terutama pada wanita. Lelah atau nafas pendek mungkin hanya gejala awal saja, yang jelas hampir setengah dari penderita penyakit jantung wanita adalah korban salah diagnosis dokter.
4. Hipotiroid
Gejala: sering lelah, sedih, berat badan turun, insomnia, otot lembek
Diagnosis dokter: depresi
Dokter cenderung menghubungkan antara kesedihan dengan depresi dan sering melupakan tes hipotiroid, yaitu suatu kondisi dimana kelenjar tiroid gagal memproduksi hormon tubuh yang cukup. Hipotiroid bisa mneyebabkan kolestrol tinggi, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan depresi klinis.
Kesalahan diagnosis bisa berakibat fatal, namun dokter juga manusia, tidak luput dari kesalahan. Kesalahan diagnosis bisa dicegah jika pasien juga pintar.
Kunjungi http://KonsulSehat.web.id
Label:
kesehatan
Kamis, April 16, 2009
Karies Berakhir Kronis
Kuman penyakit yang bersarang di gigi bisa menyebabkan infeksi di bagian tubuh lain.
Memiliki rangkaian gigi putih harapan bagi kebanyakan orang. Untuk memilikinya, orang pun melakukan berbagai cara. Semisal, Ara, 24 tahun, ia gemar menggosok gigi. Saking ingin putih, ia menggosok gigi berulang-ulang, hingga sikat gigi pun tak lagi berbentuk mulus. Ia mengira langkah itu manjur untuk membuat giginya putih cemerlang. Selesai makan, ia langsung meraih sikat gigi.
Berseberangan dengan Ara, Margo, 23 tahun, malah mengabaikan aksi membersihkan gigi, terutama menjelang tidur malam. Padahal, sesaat sebelumnya, ia menyeruput kopi panas kombinasi rokok kretek kegemarannya. Biasanya Margo menghabiskan dua bungkus rokok per hari. Meski bertolak belakang, kebiasaan keduanya berisiko membuat gigi berlubang. Menggosok gigi keras-keras dengan permukaan sikat yang kasar bisa membuat gigi rapuh. Lapisan email gigi pun lapuk dan gusi berdarah. Lantas, seusai makan, sebaiknya juga jangan terburu-buru menyikat gigi. Tunggu 20-30 menit hingga derajat keasaman mulut kembali normal.
Margo pun mesti waspada dengan gaya hidupnya. Cengkeh, bahan campuran tembakau dalam rokok kretek, berisi zat aktif euganol kadar tinggi. Asap rokok membawa zat itu masuk ke bagian organik email. Walhasil, lapisan email pun menjadi rapuh sehingga gigi mudah bolong. Jika saja gigi sudah bolong, menurut Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg Zaura Rini Matram, bisa memicu timbulnya penyakit serius. "Bila tidak ada tindak lanjut, lubang akan semakin lebar dan dalam," ujarnya seusai jumpa media acara kerja sama PDGI dan PT Unilever Indonesia, di Hotel Mulia, Jakarta, Senin lalu.
Data terkini Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 Departemen Kesehatan yang dirilis Desember 2008 oleh Menteri Siti Fadilah Supari, mengungkapkan bahwa 72,1 persen penduduk negeri ini mempunyai pengalaman gigi bolong (karies) dan 46,5 persen di antaranya merupakan karies aktif yang belum dirawat. Bandingkan dengan negara Asia lain seperti India yang hanya 36 persen, Malaysia 55 persen, dan Sri Lanka 55 persen. "Padahal, secara ekonomi, Sri Lanka jauh di bawah kita," ujar Zaura.
Menurut Zaura, jumlah gigi orang Indonesia yang berlubang itu jauh di atas target Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang mencanangkan tiga gigi berlubang secara global pada 2010. Sedangkan di negeri ini, rata-rata lima dari susunan gigi tetap orang dewasa yang berjumlah 32 itu bolong. Kemudian, dalam hal kebiasaan menggosok gigi, riset mencatat, 91,1 persen penduduk usia 10 tahun ke atas telah melakukannya setiap hari. Namun, cuma 7,3 persen yang menggosok gigi secara benar, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Data tersebut adalah bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut masyarakat Indonesia.
Drg Paulus Januar menambahkan, masyarakat tidak boleh lengah dengan karies gigi. Sebab, kuman penyakit yang bersarang di gigi bisa menyebabkan infeksi di bagian tubuh lain. "Infeksi gigi itu mengandung bakteri. Karena letak infeksinya sangat dekat dengan pembuluh darah, bakteri bisa terbawa ke seluruh tubuh," katanya. Kasus yang pernah terjadi, kata dia, bakteri masuk ke pembuluh darah, lalu menempel pada timbunan lemak di pembuluh arteri jantung dan membuatnya beku.
Yang terjadi adalah aliran darah ke jantung terhambat karena ada gumpalan lemak yang mengeras. Zaura menambahkan, hati-hati juga dengan ibu hamil yang memiliki gigi berlubang karena kondisi itu membuat si ibu berisiko memiliki bayi prematur. "Peradangan gigi membuat zat berbahaya dilepaskan ke aliran darah sehingga mempengaruhi berat tubuh bayi," ia menjelaskan.
Lalu, bagaimana kriteria gigi sehat? Ahli kesehatan gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini menyebutkan, yang pertama adalah bersih dari plak, lalu gusi merah dan tidak berdarah. dan tentunya gigi tidak bolong. Adapun mengenai warna gigi, tergantung warna kulit. Kulit putih umumnya bergigi keabu-abuan, lalu kulit hitam giginya cenderung putih. Sedangkan kulit sawo matang, kata Zaura, giginya biasanya berwarna kuning. Soal pasta gigi, tak perlu repot. "Pasta gigi, baik yang mengandung detergen ataupun tidak, sama amannya," ucapnya. Yang penting mengandung zat aktif fluorida yang pelindung gigi dan gusi dari pembusukan.
Para dokter gigi ini saat ini miris juga dengan rendahnya isu kesehatan gigi ketimbang HIV/AIDS, flu burung, dan demam berdarah. Padahal, gigi merupakan gerbang utama proses pencernaan manusia. Menilik krusialnya peran gigi pada kesehatan, Zaura menyarankan, jagalah masa transisi gigi pada anak usia 6 tahun. Di antaranya dengan mengurangi makanan cokelat, permen, dan makanan manis lain. Kemudian, menggosok gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam hari menjelang tidur. "Umur 6 tahun, gigi permanen mulai tumbuh menggantikan gigi susu," ujarnya. HERU TRIYONO
Hindari Gigi Berlubang
# Kurangi makanan manis, seperti cokelat dan permen.
# Gosok gigi dua kali sehari, pagi usai sarapan, dan malam menjelang tidur.
# Gunakan permukaan sikat gigi yang lembut.
# Berkumur dulu sebelum gosok gigi untuk melembabkan gusi.
# Bila perlu gunakan benang gigi buat menjangkau daerah yang sulit dibersihkan.
# Periksa gigi setiap 6 bulan.
Memiliki rangkaian gigi putih harapan bagi kebanyakan orang. Untuk memilikinya, orang pun melakukan berbagai cara. Semisal, Ara, 24 tahun, ia gemar menggosok gigi. Saking ingin putih, ia menggosok gigi berulang-ulang, hingga sikat gigi pun tak lagi berbentuk mulus. Ia mengira langkah itu manjur untuk membuat giginya putih cemerlang. Selesai makan, ia langsung meraih sikat gigi.
Berseberangan dengan Ara, Margo, 23 tahun, malah mengabaikan aksi membersihkan gigi, terutama menjelang tidur malam. Padahal, sesaat sebelumnya, ia menyeruput kopi panas kombinasi rokok kretek kegemarannya. Biasanya Margo menghabiskan dua bungkus rokok per hari. Meski bertolak belakang, kebiasaan keduanya berisiko membuat gigi berlubang. Menggosok gigi keras-keras dengan permukaan sikat yang kasar bisa membuat gigi rapuh. Lapisan email gigi pun lapuk dan gusi berdarah. Lantas, seusai makan, sebaiknya juga jangan terburu-buru menyikat gigi. Tunggu 20-30 menit hingga derajat keasaman mulut kembali normal.
Margo pun mesti waspada dengan gaya hidupnya. Cengkeh, bahan campuran tembakau dalam rokok kretek, berisi zat aktif euganol kadar tinggi. Asap rokok membawa zat itu masuk ke bagian organik email. Walhasil, lapisan email pun menjadi rapuh sehingga gigi mudah bolong. Jika saja gigi sudah bolong, menurut Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg Zaura Rini Matram, bisa memicu timbulnya penyakit serius. "Bila tidak ada tindak lanjut, lubang akan semakin lebar dan dalam," ujarnya seusai jumpa media acara kerja sama PDGI dan PT Unilever Indonesia, di Hotel Mulia, Jakarta, Senin lalu.
Data terkini Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 Departemen Kesehatan yang dirilis Desember 2008 oleh Menteri Siti Fadilah Supari, mengungkapkan bahwa 72,1 persen penduduk negeri ini mempunyai pengalaman gigi bolong (karies) dan 46,5 persen di antaranya merupakan karies aktif yang belum dirawat. Bandingkan dengan negara Asia lain seperti India yang hanya 36 persen, Malaysia 55 persen, dan Sri Lanka 55 persen. "Padahal, secara ekonomi, Sri Lanka jauh di bawah kita," ujar Zaura.
Menurut Zaura, jumlah gigi orang Indonesia yang berlubang itu jauh di atas target Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang mencanangkan tiga gigi berlubang secara global pada 2010. Sedangkan di negeri ini, rata-rata lima dari susunan gigi tetap orang dewasa yang berjumlah 32 itu bolong. Kemudian, dalam hal kebiasaan menggosok gigi, riset mencatat, 91,1 persen penduduk usia 10 tahun ke atas telah melakukannya setiap hari. Namun, cuma 7,3 persen yang menggosok gigi secara benar, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur malam. Data tersebut adalah bukti tidak terawatnya kondisi gigi dan mulut masyarakat Indonesia.
Drg Paulus Januar menambahkan, masyarakat tidak boleh lengah dengan karies gigi. Sebab, kuman penyakit yang bersarang di gigi bisa menyebabkan infeksi di bagian tubuh lain. "Infeksi gigi itu mengandung bakteri. Karena letak infeksinya sangat dekat dengan pembuluh darah, bakteri bisa terbawa ke seluruh tubuh," katanya. Kasus yang pernah terjadi, kata dia, bakteri masuk ke pembuluh darah, lalu menempel pada timbunan lemak di pembuluh arteri jantung dan membuatnya beku.
Yang terjadi adalah aliran darah ke jantung terhambat karena ada gumpalan lemak yang mengeras. Zaura menambahkan, hati-hati juga dengan ibu hamil yang memiliki gigi berlubang karena kondisi itu membuat si ibu berisiko memiliki bayi prematur. "Peradangan gigi membuat zat berbahaya dilepaskan ke aliran darah sehingga mempengaruhi berat tubuh bayi," ia menjelaskan.
Lalu, bagaimana kriteria gigi sehat? Ahli kesehatan gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini menyebutkan, yang pertama adalah bersih dari plak, lalu gusi merah dan tidak berdarah. dan tentunya gigi tidak bolong. Adapun mengenai warna gigi, tergantung warna kulit. Kulit putih umumnya bergigi keabu-abuan, lalu kulit hitam giginya cenderung putih. Sedangkan kulit sawo matang, kata Zaura, giginya biasanya berwarna kuning. Soal pasta gigi, tak perlu repot. "Pasta gigi, baik yang mengandung detergen ataupun tidak, sama amannya," ucapnya. Yang penting mengandung zat aktif fluorida yang pelindung gigi dan gusi dari pembusukan.
Para dokter gigi ini saat ini miris juga dengan rendahnya isu kesehatan gigi ketimbang HIV/AIDS, flu burung, dan demam berdarah. Padahal, gigi merupakan gerbang utama proses pencernaan manusia. Menilik krusialnya peran gigi pada kesehatan, Zaura menyarankan, jagalah masa transisi gigi pada anak usia 6 tahun. Di antaranya dengan mengurangi makanan cokelat, permen, dan makanan manis lain. Kemudian, menggosok gigi minimal dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam hari menjelang tidur. "Umur 6 tahun, gigi permanen mulai tumbuh menggantikan gigi susu," ujarnya. HERU TRIYONO
Hindari Gigi Berlubang
# Kurangi makanan manis, seperti cokelat dan permen.
# Gosok gigi dua kali sehari, pagi usai sarapan, dan malam menjelang tidur.
# Gunakan permukaan sikat gigi yang lembut.
# Berkumur dulu sebelum gosok gigi untuk melembabkan gusi.
# Bila perlu gunakan benang gigi buat menjangkau daerah yang sulit dibersihkan.
# Periksa gigi setiap 6 bulan.
Label:
kesehatan
Rabu, April 15, 2009
Kotor Itu Baik, Biarkan Anak Makan Tanah
Rabu, 04 Februari 2009 | 18:06 WIB
TEMPO Interaktif, New York: Bermain tanah memang tidak higienis, apalagi memakannya. Tak ada ibu yang akan membiarkan anaknya memakan tanah. Mereka takut anaknya cacingan. Padahal bakteri dan virus, terutama cacing yang terdapat dalam tanah, ternyata bagus bagi kesehatan si bayi.
Dalam sebuah studi yang dinamai hygiene hypothesis sejumlah ilmuwan menyimpulkan bahwa organisme seperti jutaan bakteri, virus, dan cacing yang memasuki tubuh bersama dengan tanah memacu perkembangan sistem imun yang sehat. Sejumlah studi menemukan bukti bahwa cacing dapat membantu memulihkan kembali sistem kekebalan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, misalnya kelainan autoimmune, alergi, dan asma.
Bila digabungkan dengan observasi epidemiologis, maka studi tersebut dapat menjelaskan bagaimana kelainan sistem kekebalan tubuh seperti multiple sclerosis, diabetes tipe 1, penyakit radang usus, asma, dan alergi meningkat pesat, baik di negara-negara maju maupun berkembang.
Hipotesis itu menjelaskan mengapa bayi memiliki perilaku instingtif untuk memasukkan segala sesuatu yang ditemukannya ke dalam mulut. Tanpa disadari, perilaku itu melatih sistem kekebalan tubuhnya. "Apa yang dilakukan seorang bocah ketika menaruh segala sesuatu ke dalam mulutnya adalah membiarkan respons kekebalan tubuhnya mengeksplorasi lingkungan sekitar," tutur Mary Ruebush, pengajar mikrobiologi dan imunologi di Washington, Wyoming, Alaska, Montana, dan Idaho Rural Health Research Center and Medical School.
Penulis buku Why Dirt Is Good itu menuturkan bahwa perilaku yang sering dianggap jorok oleh orang tua tadi sangat berguna bagi kesehatan si anak kelak di kemudian hari. "Tidak hanya melatih daya tanggap kekebalan tubuhnya yang amat penting untuk perlindungan, tapi juga memainkan peran penting dalam "mengajar" sistem imunnya yang masih belia itu tentang apa yang sebaiknya tak perlu dihiraukan," ujar Mary.
Joel V. Weinstock, direktur gastroenterologi dan hepatologi di Tufts Medical Center, Boston, menyatakan bahwa sistem imun pada saat lahir tak ubahnya sebuah komputer yang belum diprogram. "Dia memerlukan instruksi," kata Weinstock.
Pakar kesehatan terkemuka itu mengatakan tindakan kesehatan publik seperti membersihkan makanan dan air yang terkontaminasi memang telah menyelamatkan nyawa jutaan anak-anak. "Tapi mereka juga mengeliminasi paparan banyak organisme yang kemungkinan bermanfaat bagi kita," katanya. "Anak-anak dibesarkan dalam lingkungan yang sangat bersih. tidak terpapar pada organisme yang membantu mereka mengembangkan sirkuit regulator imunitas yang tepat."
Hasil studi yang dilakukan oleh Weinstock bersama David Elliott, seorang gastroenterologis dan imunologis di University of Iowa, telah menunjukkan bahwa cacing usus--kini tak ditemui lagi di negara maju--tampaknya memainkan peran utama dalam mengatur sistem imun untuk memberi respons sepantasnya. "Infeksi bakteri dan virus kelihatannya mempengaruhi sistem imun dengan cara yang sama, tapi tidak sekuat itu," kata Elliott.
Sebagian besar cacing tidak berbahaya, terutama bagi orang bergizi baik. "Hanya sedikit penyakit yang disebabkan cacing," kata Weinstock. "Manusia telah beradaptasi dengan kehadiran sebagian besar cacing."
Dalam studi yang dilakukan terhadap tikus, Weinstock dan Elliott menggunakan cacing untuk mencegah dan memulihkan penyakit autoimmune. Menurut Elliott, para ilmuwan di Argentina menemukan bukti bahwa pasien multiple sclerosis yang pernah terinfeksi cacing cambuk (Trichuris trichiura) menunjukkan kasus lebih ringan dan lebih jarang terkena serangan dalam periode 4,6 tahun.
Di University of Wisconsin, Madison, Dr John Fleming, seorang neurologis juga menguji apakah cacing cambuk babi (Trichuris Sus Ova) dapat melunakkan efek multiple sclerosis penyakit susunan saraf pusat.
Di Gambia, penghapusan cacing di sejumlah desa menyebabkan peningkatan reaksi alergi kulit pada anak-anak. Cacing cambuk babi, yang hanya sebentar berada dalam saluran usus manusia, ternyata mempunyai efek baik dalam mengobati penyakit radang usus, penyakit Crohn, dan ulcerative colitis atau radang usus besar," kata Elliott.
Kenyataan bahwa cacing dapat membantu meningkatkan sistem imun memang agak sulit diterima akal sehat. Tapi hal itu dapat dijelaskan dalam hipotesis higien. Saat ini, kata Elliott, regulasi imun jauh lebih rumit daripada yang diduga para ilmuwan ketika hipotesis higien pertama kali diperkenalkan oleh seorang epidemiologis Inggris, David P. Strachan, pada 1989. Strachan mencatat adanya asosiasi antara ukuran besar keluarga dan menurunnya tingkat asma dan alergi.
Para ahli imunologi kini mengetahui empat poin sistem respons yang membantu sel T, jenis sel darah yang melindungi tubuh dari infeksi, yaitu Th 1, Th 2, Th 17, dan sel T regulator. Th 1 akan menghalangi Th 2 dan Th 17, sedangkan Th 2 menghalangi Th 1 dan Th 17. Sel T regulator akan menghalangi ketiga Th lainnya.
"Banyak penyakit radang, seperti multiple sclerosis, Crohn, ulcerative colitis dan asma, terjadi karena aktivitas Th 17," kata Elliott. "Jika Anda menginfeksi tikus dengan cacing, Th 17 akan merosot tajam, dan aktivitas sel T regulator meningkat."
Meski studinya menunjukkan bahwa cacing baik bagi kesehatan, Elliott tak lantas menganjurkan orang untuk kembali ke lingkungan yang penuh kuman di masa 1850-an. "Jika kami mengerti bagaimana organisme di lingkungan sekitar melindungi kita, barangkali kami bisa membuat vaksin atau meniru efeknya dengan stimulus yang tak berbahaya," ujarnya.
TJANDRA DEWI | NYTIMES
http://tempointerak tif.com/hg/ sains/2009/ 02/04/brk, 20090204- 158460,id. html
TEMPO Interaktif, New York: Bermain tanah memang tidak higienis, apalagi memakannya. Tak ada ibu yang akan membiarkan anaknya memakan tanah. Mereka takut anaknya cacingan. Padahal bakteri dan virus, terutama cacing yang terdapat dalam tanah, ternyata bagus bagi kesehatan si bayi.
Dalam sebuah studi yang dinamai hygiene hypothesis sejumlah ilmuwan menyimpulkan bahwa organisme seperti jutaan bakteri, virus, dan cacing yang memasuki tubuh bersama dengan tanah memacu perkembangan sistem imun yang sehat. Sejumlah studi menemukan bukti bahwa cacing dapat membantu memulihkan kembali sistem kekebalan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, misalnya kelainan autoimmune, alergi, dan asma.
Bila digabungkan dengan observasi epidemiologis, maka studi tersebut dapat menjelaskan bagaimana kelainan sistem kekebalan tubuh seperti multiple sclerosis, diabetes tipe 1, penyakit radang usus, asma, dan alergi meningkat pesat, baik di negara-negara maju maupun berkembang.
Hipotesis itu menjelaskan mengapa bayi memiliki perilaku instingtif untuk memasukkan segala sesuatu yang ditemukannya ke dalam mulut. Tanpa disadari, perilaku itu melatih sistem kekebalan tubuhnya. "Apa yang dilakukan seorang bocah ketika menaruh segala sesuatu ke dalam mulutnya adalah membiarkan respons kekebalan tubuhnya mengeksplorasi lingkungan sekitar," tutur Mary Ruebush, pengajar mikrobiologi dan imunologi di Washington, Wyoming, Alaska, Montana, dan Idaho Rural Health Research Center and Medical School.
Penulis buku Why Dirt Is Good itu menuturkan bahwa perilaku yang sering dianggap jorok oleh orang tua tadi sangat berguna bagi kesehatan si anak kelak di kemudian hari. "Tidak hanya melatih daya tanggap kekebalan tubuhnya yang amat penting untuk perlindungan, tapi juga memainkan peran penting dalam "mengajar" sistem imunnya yang masih belia itu tentang apa yang sebaiknya tak perlu dihiraukan," ujar Mary.
Joel V. Weinstock, direktur gastroenterologi dan hepatologi di Tufts Medical Center, Boston, menyatakan bahwa sistem imun pada saat lahir tak ubahnya sebuah komputer yang belum diprogram. "Dia memerlukan instruksi," kata Weinstock.
Pakar kesehatan terkemuka itu mengatakan tindakan kesehatan publik seperti membersihkan makanan dan air yang terkontaminasi memang telah menyelamatkan nyawa jutaan anak-anak. "Tapi mereka juga mengeliminasi paparan banyak organisme yang kemungkinan bermanfaat bagi kita," katanya. "Anak-anak dibesarkan dalam lingkungan yang sangat bersih. tidak terpapar pada organisme yang membantu mereka mengembangkan sirkuit regulator imunitas yang tepat."
Hasil studi yang dilakukan oleh Weinstock bersama David Elliott, seorang gastroenterologis dan imunologis di University of Iowa, telah menunjukkan bahwa cacing usus--kini tak ditemui lagi di negara maju--tampaknya memainkan peran utama dalam mengatur sistem imun untuk memberi respons sepantasnya. "Infeksi bakteri dan virus kelihatannya mempengaruhi sistem imun dengan cara yang sama, tapi tidak sekuat itu," kata Elliott.
Sebagian besar cacing tidak berbahaya, terutama bagi orang bergizi baik. "Hanya sedikit penyakit yang disebabkan cacing," kata Weinstock. "Manusia telah beradaptasi dengan kehadiran sebagian besar cacing."
Dalam studi yang dilakukan terhadap tikus, Weinstock dan Elliott menggunakan cacing untuk mencegah dan memulihkan penyakit autoimmune. Menurut Elliott, para ilmuwan di Argentina menemukan bukti bahwa pasien multiple sclerosis yang pernah terinfeksi cacing cambuk (Trichuris trichiura) menunjukkan kasus lebih ringan dan lebih jarang terkena serangan dalam periode 4,6 tahun.
Di University of Wisconsin, Madison, Dr John Fleming, seorang neurologis juga menguji apakah cacing cambuk babi (Trichuris Sus Ova) dapat melunakkan efek multiple sclerosis penyakit susunan saraf pusat.
Di Gambia, penghapusan cacing di sejumlah desa menyebabkan peningkatan reaksi alergi kulit pada anak-anak. Cacing cambuk babi, yang hanya sebentar berada dalam saluran usus manusia, ternyata mempunyai efek baik dalam mengobati penyakit radang usus, penyakit Crohn, dan ulcerative colitis atau radang usus besar," kata Elliott.
Kenyataan bahwa cacing dapat membantu meningkatkan sistem imun memang agak sulit diterima akal sehat. Tapi hal itu dapat dijelaskan dalam hipotesis higien. Saat ini, kata Elliott, regulasi imun jauh lebih rumit daripada yang diduga para ilmuwan ketika hipotesis higien pertama kali diperkenalkan oleh seorang epidemiologis Inggris, David P. Strachan, pada 1989. Strachan mencatat adanya asosiasi antara ukuran besar keluarga dan menurunnya tingkat asma dan alergi.
Para ahli imunologi kini mengetahui empat poin sistem respons yang membantu sel T, jenis sel darah yang melindungi tubuh dari infeksi, yaitu Th 1, Th 2, Th 17, dan sel T regulator. Th 1 akan menghalangi Th 2 dan Th 17, sedangkan Th 2 menghalangi Th 1 dan Th 17. Sel T regulator akan menghalangi ketiga Th lainnya.
"Banyak penyakit radang, seperti multiple sclerosis, Crohn, ulcerative colitis dan asma, terjadi karena aktivitas Th 17," kata Elliott. "Jika Anda menginfeksi tikus dengan cacing, Th 17 akan merosot tajam, dan aktivitas sel T regulator meningkat."
Meski studinya menunjukkan bahwa cacing baik bagi kesehatan, Elliott tak lantas menganjurkan orang untuk kembali ke lingkungan yang penuh kuman di masa 1850-an. "Jika kami mengerti bagaimana organisme di lingkungan sekitar melindungi kita, barangkali kami bisa membuat vaksin atau meniru efeknya dengan stimulus yang tak berbahaya," ujarnya.
TJANDRA DEWI | NYTIMES
http://tempointerak tif.com/hg/ sains/2009/ 02/04/brk, 20090204- 158460,id. html
Label:
kesehatan
Senin, Maret 30, 2009
TERAPI LUBANG HIDUNG
Kita memiliki hidung berlubang disebelah kiri dan di sebelah kanan. Apakah fungsinya sama untuk menarik dan membuang nafas?
(Our noses have left and right nostrils. Are these nostrils having the same function for inhaling/"breathe- in" and exhaling/"breathe- out"?)
Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya, sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan sebelah kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin).
(Actually it's not the same and we can feel the difference. Accordingly, the right side represents the sun/"heat" and the left side represents the moon/"cold")
Jika sakit kepala, cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.
(When having headache, try to close your right nostril and use your left nostril to do breathing for about 5 min. The headache will be gone).
Jika anda merasa lelah, tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Lakukan bolak-balik. Tak lama kemudian, anda akan merasakan segar kembali. Sebab lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga gampang sekali panas, lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin.
(If you feel too tired, do it the opposite way. Close your left nostril and breathe through your right nostril. After a while, you will feel refresh again. Because the right side belongs to heat, so it gets hot easily. The left side gets cold easily).
Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya mudah sekali dingin. Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, sehingga mudah sekali marah.
(Women breathe mainly with their left nostril, so they get calm down easily. Men breathe mostly with their right nostril, so they get angry easily)
Apakah anda pernah memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat? Sebelah kiri atau kanan? Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, anda akan merasa segar kembali dengan cepat.
(When we wake up, do we notice which nostril breathes faster? Is it the left side or the right side ? If the left nostril breathes faster, you will feel very tired. Close your left nostril and use your right nostril for breathing and you will get refresh quickly)
Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih manjur jika diterapkan kepada orang dewasa.
(You can teach your kids about it. The effect of breathing therapy is much better for adults).
Saya biasanya merasakan sakit kepala, dan rasanya nyeri. Kemudian saya berobat ke dokter dan beliau bercanda : "Anda akan sembuh jika berumah tangga !" Dokter itu tidak bicara omong kosong. Apa yang dia sampaikan didukung dengan teori dan kesaksian. Selama itu, setiap malam saya merasakan sakit kepala dan tidak dapat belajar. Saya makan obat, tetapi tidak dapat sembuh.
(I used to have painful headache. When consulted a doctor, he told me jokingly," You will be all right if you get married!" The doctor did not bullshit me as he had his theory and supported with testimony. During that time, I used to have headache every night and I was not able to study. I took medicine but I was not cured).
Pada suatu malam. saya duduk bermeditasi dan menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang , sakit kepala saya tidak kambuh lagi.
(One night as I sat down to medidate, I closed my right nostril and breathed with my left nostril. In less than a week, it seemed that my headache problem had left me! I continued doing it for about a month and since then there was no recurrence of headache in me).
Ini adalah pengalaman saya sendiri. Saya beritahukan hal ini kepada orang lain, jika sakit kepala, cobalah cara tersebut, sebab sangat efektif buat saya. Banyak orang lain telah mencobanya dan berhasil. Ini adalah terapi alami, tidak seperti makan obat dalam jangka panjang yang memungkinkan ada efek sampingnya. Jadi kenapa anda tidak mencobanya?
(This is my own experience. I used to tell others who also suffer headache to try this method as it was effective for me. It also works for those who have tried as well. This is a natural therapy, unlike taking medicines for a long time may have side effect. So, why don't you try it out?).
Dengan mempraktekkan terapi pernafasan ini secara benar (menarik dan mengeluarkan nafas), kondisi tubuh anda akan sangat rileks.
(Practice the correct ways of breathing/ "breathe in and breathe out" and your body will be in a very relaxing condition)
---
Dr. Leo Marcelinus Handoko HP., SpKJ, MSc
Psychiatrist & Consultant of Nerve Revitalization
(Our noses have left and right nostrils. Are these nostrils having the same function for inhaling/"breathe- in" and exhaling/"breathe- out"?)
Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya, sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan sebelah kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin).
(Actually it's not the same and we can feel the difference. Accordingly, the right side represents the sun/"heat" and the left side represents the moon/"cold")
Jika sakit kepala, cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.
(When having headache, try to close your right nostril and use your left nostril to do breathing for about 5 min. The headache will be gone).
Jika anda merasa lelah, tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Lakukan bolak-balik. Tak lama kemudian, anda akan merasakan segar kembali. Sebab lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga gampang sekali panas, lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin.
(If you feel too tired, do it the opposite way. Close your left nostril and breathe through your right nostril. After a while, you will feel refresh again. Because the right side belongs to heat, so it gets hot easily. The left side gets cold easily).
Perempuan bernafas lebih dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya mudah sekali dingin. Laki-laki bernafas lebih dengan hidung sebelah kanan, sehingga mudah sekali marah.
(Women breathe mainly with their left nostril, so they get calm down easily. Men breathe mostly with their right nostril, so they get angry easily)
Apakah anda pernah memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat? Sebelah kiri atau kanan? Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, anda akan merasa segar kembali dengan cepat.
(When we wake up, do we notice which nostril breathes faster? Is it the left side or the right side ? If the left nostril breathes faster, you will feel very tired. Close your left nostril and use your right nostril for breathing and you will get refresh quickly)
Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih manjur jika diterapkan kepada orang dewasa.
(You can teach your kids about it. The effect of breathing therapy is much better for adults).
Saya biasanya merasakan sakit kepala, dan rasanya nyeri. Kemudian saya berobat ke dokter dan beliau bercanda : "Anda akan sembuh jika berumah tangga !" Dokter itu tidak bicara omong kosong. Apa yang dia sampaikan didukung dengan teori dan kesaksian. Selama itu, setiap malam saya merasakan sakit kepala dan tidak dapat belajar. Saya makan obat, tetapi tidak dapat sembuh.
(I used to have painful headache. When consulted a doctor, he told me jokingly," You will be all right if you get married!" The doctor did not bullshit me as he had his theory and supported with testimony. During that time, I used to have headache every night and I was not able to study. I took medicine but I was not cured).
Pada suatu malam. saya duduk bermeditasi dan menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang , sakit kepala saya tidak kambuh lagi.
(One night as I sat down to medidate, I closed my right nostril and breathed with my left nostril. In less than a week, it seemed that my headache problem had left me! I continued doing it for about a month and since then there was no recurrence of headache in me).
Ini adalah pengalaman saya sendiri. Saya beritahukan hal ini kepada orang lain, jika sakit kepala, cobalah cara tersebut, sebab sangat efektif buat saya. Banyak orang lain telah mencobanya dan berhasil. Ini adalah terapi alami, tidak seperti makan obat dalam jangka panjang yang memungkinkan ada efek sampingnya. Jadi kenapa anda tidak mencobanya?
(This is my own experience. I used to tell others who also suffer headache to try this method as it was effective for me. It also works for those who have tried as well. This is a natural therapy, unlike taking medicines for a long time may have side effect. So, why don't you try it out?).
Dengan mempraktekkan terapi pernafasan ini secara benar (menarik dan mengeluarkan nafas), kondisi tubuh anda akan sangat rileks.
(Practice the correct ways of breathing/ "breathe in and breathe out" and your body will be in a very relaxing condition)
---
Dr. Leo Marcelinus Handoko HP., SpKJ, MSc
Psychiatrist & Consultant of Nerve Revitalization
Label:
kesehatan
Minggu, September 14, 2008
Berdamai dengan Demam
Hingga kini, banyak orang tua yang menganggap meningkatnya suhu tubuh pada bayi merupakan sebuah penyakit. Padahal, itu tidak sepenuhnya benar.
Sebenarnya, demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika melawan penyakit. Bahkan boleh dibilang, demam berfungsi sebagai “alarm” yang menunjukkan kalau tubuh sedang melakukan “perlawanan” terhadap adanya gangguan, baik infeksi maupun perubahan lainnya.
Seperti diketahui, ketika sel-sel darah putih bekerja keras melawan penyakit, ada zat-zat kimia yang dilepas dalam aliran darah dan “berkelana” mengirim laporan ke otak. Tentu saja, laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh meningkatkan suhunya. Alasannya? Agar menghambat perkembangbiakan penyakit yang masuk ke tubuh. Selain itu, diharapkan dapat merangsang pembuatan antibodi dalam tubuh.
Kapan disebut demam?
Tubuh bayi dikatakan demam jika suhunya lebih dari 37,5ÂșC. Pada umumnya, pengukuran suhu tubuh dengan termometer dilakukan dengan cara meletakkan alat pengukur suhu tersebut di ketiak bayi.
Dalam keadaan normal, suhu tubuh sudah diatur oleh pusat pengatur suhu badan di bagian dari otak (hipotalamus). Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh akan mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan kondisi tersebut.
Proses penyesuaian itulah yang akan “menampilkan” mekanisme tertentu. Misalnya, udara di sekitar dingin, maka pembuluh darah akan mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Bila ini terjadi pada bayi Anda, biasanya dia akan mulai menggigil. Kontraksi otot ini merupakan proses untuk menimbulkan panas.
Sebaliknya, jika udara di luar panas, pembuluh darah akan melebar dan kelenjar keringat akan bekerja untuk melepas kelembaban. Dengan begitu, suhu tubuh akan menurun lagi.
Perhatikan ini!
Sebelum membawa si kecil ke dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatian untuk membantu mengurangi demamnya.
- Kompres dengan cara mencelup handuk kecil ke air hangat terlebih dulu. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin, hal ini justru akan mengerutkan pembuluh darah si kecil. Akibatnya, panas tubuh malah tidak mau keluar. Anak jadi makin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.
- Jika si kecil masih minum ASI, sering-seringlah disusui. Masuknya cairan yang banyak, lalu dikeluarkan lagi dalam bentuk urin, merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh.
Kapan ke Dokter?
Menurunkan demam memang sangat perlu, karena suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa membahayakan si kecil. Yang jelas, jika bayi Anda yang berusia di bawah 3 bulan mengalami demam lebih dari 37,5 ° C, sebaiknya segera hubungi dokter. Apalagi , pada suhu ini si kecil biasanya sudah mulai terlihat lesu.
Retno W. Supriyadi
Konsultasi ilmiah: dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A( K), MTrop.Paed., Divisi Infeksi dan Pediatri Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Sebenarnya, demam adalah proses mekanisme tubuh yang sehat ketika melawan penyakit. Bahkan boleh dibilang, demam berfungsi sebagai “alarm” yang menunjukkan kalau tubuh sedang melakukan “perlawanan” terhadap adanya gangguan, baik infeksi maupun perubahan lainnya.
Seperti diketahui, ketika sel-sel darah putih bekerja keras melawan penyakit, ada zat-zat kimia yang dilepas dalam aliran darah dan “berkelana” mengirim laporan ke otak. Tentu saja, laporan ini kemudian direspons dengan perintah agar tubuh meningkatkan suhunya. Alasannya? Agar menghambat perkembangbiakan penyakit yang masuk ke tubuh. Selain itu, diharapkan dapat merangsang pembuatan antibodi dalam tubuh.
Kapan disebut demam?
Tubuh bayi dikatakan demam jika suhunya lebih dari 37,5ÂșC. Pada umumnya, pengukuran suhu tubuh dengan termometer dilakukan dengan cara meletakkan alat pengukur suhu tersebut di ketiak bayi.
Dalam keadaan normal, suhu tubuh sudah diatur oleh pusat pengatur suhu badan di bagian dari otak (hipotalamus). Jika suhu lingkungan naik atau turun, tubuh akan mengirim sinyal ke pusat pengatur suhu tubuh untuk menyesuaikan kondisi tersebut.
Proses penyesuaian itulah yang akan “menampilkan” mekanisme tertentu. Misalnya, udara di sekitar dingin, maka pembuluh darah akan mengerut untuk mengurangi pengeluaran panas tubuh. Bila ini terjadi pada bayi Anda, biasanya dia akan mulai menggigil. Kontraksi otot ini merupakan proses untuk menimbulkan panas.
Sebaliknya, jika udara di luar panas, pembuluh darah akan melebar dan kelenjar keringat akan bekerja untuk melepas kelembaban. Dengan begitu, suhu tubuh akan menurun lagi.
Perhatikan ini!
Sebelum membawa si kecil ke dokter, ada beberapa hal yang perlu diperhatian untuk membantu mengurangi demamnya.
- Kompres dengan cara mencelup handuk kecil ke air hangat terlebih dulu. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin, hal ini justru akan mengerutkan pembuluh darah si kecil. Akibatnya, panas tubuh malah tidak mau keluar. Anak jadi makin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.
- Jika si kecil masih minum ASI, sering-seringlah disusui. Masuknya cairan yang banyak, lalu dikeluarkan lagi dalam bentuk urin, merupakan salah satu cara untuk menurunkan suhu tubuh.
Kapan ke Dokter?
Menurunkan demam memang sangat perlu, karena suhu tubuh yang terlalu tinggi bisa membahayakan si kecil. Yang jelas, jika bayi Anda yang berusia di bawah 3 bulan mengalami demam lebih dari 37,5 ° C, sebaiknya segera hubungi dokter. Apalagi , pada suhu ini si kecil biasanya sudah mulai terlihat lesu.
Retno W. Supriyadi
Konsultasi ilmiah: dr. Hindra Irawan Satari, Sp.A( K), MTrop.Paed., Divisi Infeksi dan Pediatri Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Kamis, September 04, 2008
Anak Autisme Bisa 'Sembuh'
Dulu dianggap penyebab autisme murni genetik dan tak bisa disembuhkan.
Ketika Iwan lahir, tak ada kelainan menyertainya. Namun, ketika Iwan berusia 18 bulan, ibunya, Santi,melihat perkembangan bicara dan bahasanya tidak menunjukkan kemajuan berarti dan ia tampak asyik dengan dirinya sendiri. "Seperti ada tameng yang membatasi Iwan dengan dunia kami," ujar Santi.
Kondisi ini berlanjut, meski tidak rewel, Iwan cenderung sulit dipegang, tak mau dipeluk, kontak matanya terbatas, pandangannya kerap menerawang, sering memasukkan benda ke mulut, dan tampak tertekan di tengah keramaian. Ketika memeriksakan anaknya ke dokter, Santi bukan main terkejut karena si bocah disebut menderita autisme.
Menurut dr Melly Budhiman, SpKJ, autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya biasanya muncul sebelum anak berusia tiga tahun. Dan ini terlihat dalam gangguan komunikasi, interaksi, perilaku, emosi, dan sensoris. Anak autisme lazimnya susah bicara, tak mau menatap mata saat bicara, dan sering melakukan gerakan motorik aneh yang diulang-ulang, seperti mengepak-ngepak lengan atau mengetuk-ngetukkan sesuatu. Ada pula gangguan emosi, misalnya tak bisa dikontrol kalau sedang marah dan tertawa sendiri.
Adapun gangguan sensoris, kata Melly, sifatnya lebih berupa kepekaan yang terlalu tajam. Misalnya, kalau mendengar suara klakson mobil, dia akan mengerti karena pendengarannya terasa seperti ditusuk-tusuk atau saat melihat nyala lampu neon dia akan menangis. Autisme bukanlah penyakit. "Tidak ada virus, bakteri, kuman, atau jamur dalam tubuh penyandang autisme," ujar Melly dalam seminar "Autisme Update" yang digelar Yayasan Autisme Indonesia di Jakarta pekan lalu.
Menurut Melly, autisme bisa terjadi pada anak mana pun. Pasalnya, dulu diperkirakan penyebab autisme murni karena genetik dan dianggap tak bisa disembuhkan. Namun, kini dari berbagai penelitian ditemukan bahwa gen saja tidak cukup untuk memicu gejala autisme. Ada faktor pencetus dari luar untuk menimbulkan autisme.
Dokter spesialis kesehatan jiwa ini menjelaskan, faktor luar itu adalah lingkungan, seperti polusi udara, berupa timbel hitam atau paparan merkuri. Lingkungan inilah yang mempengaruhi gen yang sudah lemah tadi sehingga terjadi gangguan pada tubuh dan otak, yang berujung pada timbulnya gangguan perilaku. "Misalnya ayah-ibunya punya alergi atau sama-sama pengidap asma, maka anak pasangan ini berisiko menjadi autisme karena sudah mewarisi gen yang lemah ditambah buruknya kualitas lingkungan," Melly memaparkan.
Tanda-tanda autisme pada anak sebelumnya muncul tatkala anak masih bayi, yakni 2-3 bulan. Misalnya sang bocah menghindari tatapan mata ibunya. Namun, berdasarkan kecenderungan yang muncul akhir-akhir ini, banyak anak lahir dan berkembang secara normal. Namun, ketika berumur 12-24 bulan, perkembangannya tiba-tiba terhenti dan terjadi kemunduran, yang kemudian muncullah gejala autisme.
Peningkatan anak dengan gangguan autisme sangat dramatis. Saat ini, di Amerika Serikat, rasio anak penyandang autisme 1 : 150. Padahal 14 tahun sebelumnya rasio anak penyandang autisme hanya 1 : 10.000. Kenyataan tingginya penderita autisme membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Resolusi Nomor 62/139 pada 18 Desember 2007 yang menetapkan 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Di Indonesia, walaupun belum ada data statistik, jumlah pasien penyandang autisme yang ditangani dokter ataupun psikolog meningkat. "Dulu, pada 1980-an, dalam setahun saya hanya mendapat 3-4 pasien autisme. Sekarang dalam sehari saya bisa punya tiga atau empat pasien baru," ujar Melly.
Dokter yang juga Ketua Yayasan Autisma Indonesia ini mengungkapkan sebenarnya, dengan terapi yang baik, anak autisme bisa "sembuh". Artinya mereka mampu berbaur, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya seperti orang normal. "Mereka bisa sembuh artinya kalau ada orang melihat, orang tidak akan tahu kalau dia dulu anak autisme," ia mengungkapkan. Dan biasanya, jika anak autisme sudah sembuh, ia tidak akan kembali menjadi autisme. Walau terkadang mereka mengalami stres, gejala autismenya bisa keluar, seperti berteriak-teriak, menangis, atau mengepak-ngepakkan tangannya, "Tapi gejala autismenya nggak full timbulnya. Begitu stresnya hilang, biasanya mereka akan normal kembali," ucap Melly. Bila anak autisme tidak diterapi, ketika dewasa, ia akan tumbuh seperti pasien sakit jiwa.Marlina Marianna Siahaan
Ciri Sejak Lahir
1. Bayi sangat anteng atau sangat rewel, terutama pada malam hari.
2. Lebih suka bermain sendiri daripada digendong/diajak main.
3. Tidak responsif terhadap suara ibu.
4. Tidak berusaha mencari ibu.
5. Tidak berupaya menatap mata lawan.
6. Sering kali menolak bila didekap/dibelai.
Terapi Baru Autisme
1. Terapi hyperbaric oxygen merupakan pola baru dalam menangani anak autisme.
2. Di Amerika, anak autisme diperiksa dengan cara dimasukkan zat radioaktif ke tubuhnya. Setelah itu, ketika dipindai, terlihat sel-sel otak anak autisme pucat dengan fungsi kurang bagus.
3. Baru kemudian si anak mendapat terapi anyar yang membuatnya harus masuk ke sebuah tabung yang dialiri oksigen. Oksigen ini akan didorong masuk ke pori-pori yang selanjutnya masuk ke sel-sel otak.
4. Setelah mendapat oksigen, terbukti sel otak bekerja lebih bagus. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan anak yang jauh lebih positif.
5. Namun, terapi itu belum terbukti sebagai terapi yang terbaik. Yang pasti, terapi ini dapat dibuktikan secara ilmiah.
6. Selain itu, ada terapi lumba-lumba. Yang ini juga ada teorinya, yakni lengkingan lumba-lumba bisa menembus tengkorak kita dan memperbaiki gelombang abnormal menjadi normal, tapi belum pernah dibuktikan secara kedokteran karena belum ada yang meneliti.
Sumber : Koran Tempo
Ketika Iwan lahir, tak ada kelainan menyertainya. Namun, ketika Iwan berusia 18 bulan, ibunya, Santi,melihat perkembangan bicara dan bahasanya tidak menunjukkan kemajuan berarti dan ia tampak asyik dengan dirinya sendiri. "Seperti ada tameng yang membatasi Iwan dengan dunia kami," ujar Santi.
Kondisi ini berlanjut, meski tidak rewel, Iwan cenderung sulit dipegang, tak mau dipeluk, kontak matanya terbatas, pandangannya kerap menerawang, sering memasukkan benda ke mulut, dan tampak tertekan di tengah keramaian. Ketika memeriksakan anaknya ke dokter, Santi bukan main terkejut karena si bocah disebut menderita autisme.
Menurut dr Melly Budhiman, SpKJ, autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang gejalanya biasanya muncul sebelum anak berusia tiga tahun. Dan ini terlihat dalam gangguan komunikasi, interaksi, perilaku, emosi, dan sensoris. Anak autisme lazimnya susah bicara, tak mau menatap mata saat bicara, dan sering melakukan gerakan motorik aneh yang diulang-ulang, seperti mengepak-ngepak lengan atau mengetuk-ngetukkan sesuatu. Ada pula gangguan emosi, misalnya tak bisa dikontrol kalau sedang marah dan tertawa sendiri.
Adapun gangguan sensoris, kata Melly, sifatnya lebih berupa kepekaan yang terlalu tajam. Misalnya, kalau mendengar suara klakson mobil, dia akan mengerti karena pendengarannya terasa seperti ditusuk-tusuk atau saat melihat nyala lampu neon dia akan menangis. Autisme bukanlah penyakit. "Tidak ada virus, bakteri, kuman, atau jamur dalam tubuh penyandang autisme," ujar Melly dalam seminar "Autisme Update" yang digelar Yayasan Autisme Indonesia di Jakarta pekan lalu.
Menurut Melly, autisme bisa terjadi pada anak mana pun. Pasalnya, dulu diperkirakan penyebab autisme murni karena genetik dan dianggap tak bisa disembuhkan. Namun, kini dari berbagai penelitian ditemukan bahwa gen saja tidak cukup untuk memicu gejala autisme. Ada faktor pencetus dari luar untuk menimbulkan autisme.
Dokter spesialis kesehatan jiwa ini menjelaskan, faktor luar itu adalah lingkungan, seperti polusi udara, berupa timbel hitam atau paparan merkuri. Lingkungan inilah yang mempengaruhi gen yang sudah lemah tadi sehingga terjadi gangguan pada tubuh dan otak, yang berujung pada timbulnya gangguan perilaku. "Misalnya ayah-ibunya punya alergi atau sama-sama pengidap asma, maka anak pasangan ini berisiko menjadi autisme karena sudah mewarisi gen yang lemah ditambah buruknya kualitas lingkungan," Melly memaparkan.
Tanda-tanda autisme pada anak sebelumnya muncul tatkala anak masih bayi, yakni 2-3 bulan. Misalnya sang bocah menghindari tatapan mata ibunya. Namun, berdasarkan kecenderungan yang muncul akhir-akhir ini, banyak anak lahir dan berkembang secara normal. Namun, ketika berumur 12-24 bulan, perkembangannya tiba-tiba terhenti dan terjadi kemunduran, yang kemudian muncullah gejala autisme.
Peningkatan anak dengan gangguan autisme sangat dramatis. Saat ini, di Amerika Serikat, rasio anak penyandang autisme 1 : 150. Padahal 14 tahun sebelumnya rasio anak penyandang autisme hanya 1 : 10.000. Kenyataan tingginya penderita autisme membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan Resolusi Nomor 62/139 pada 18 Desember 2007 yang menetapkan 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Di Indonesia, walaupun belum ada data statistik, jumlah pasien penyandang autisme yang ditangani dokter ataupun psikolog meningkat. "Dulu, pada 1980-an, dalam setahun saya hanya mendapat 3-4 pasien autisme. Sekarang dalam sehari saya bisa punya tiga atau empat pasien baru," ujar Melly.
Dokter yang juga Ketua Yayasan Autisma Indonesia ini mengungkapkan sebenarnya, dengan terapi yang baik, anak autisme bisa "sembuh". Artinya mereka mampu berbaur, berkomunikasi, dan berinteraksi dengan lingkungannya seperti orang normal. "Mereka bisa sembuh artinya kalau ada orang melihat, orang tidak akan tahu kalau dia dulu anak autisme," ia mengungkapkan. Dan biasanya, jika anak autisme sudah sembuh, ia tidak akan kembali menjadi autisme. Walau terkadang mereka mengalami stres, gejala autismenya bisa keluar, seperti berteriak-teriak, menangis, atau mengepak-ngepakkan tangannya, "Tapi gejala autismenya nggak full timbulnya. Begitu stresnya hilang, biasanya mereka akan normal kembali," ucap Melly. Bila anak autisme tidak diterapi, ketika dewasa, ia akan tumbuh seperti pasien sakit jiwa.Marlina Marianna Siahaan
Ciri Sejak Lahir
1. Bayi sangat anteng atau sangat rewel, terutama pada malam hari.
2. Lebih suka bermain sendiri daripada digendong/diajak main.
3. Tidak responsif terhadap suara ibu.
4. Tidak berusaha mencari ibu.
5. Tidak berupaya menatap mata lawan.
6. Sering kali menolak bila didekap/dibelai.
Terapi Baru Autisme
1. Terapi hyperbaric oxygen merupakan pola baru dalam menangani anak autisme.
2. Di Amerika, anak autisme diperiksa dengan cara dimasukkan zat radioaktif ke tubuhnya. Setelah itu, ketika dipindai, terlihat sel-sel otak anak autisme pucat dengan fungsi kurang bagus.
3. Baru kemudian si anak mendapat terapi anyar yang membuatnya harus masuk ke sebuah tabung yang dialiri oksigen. Oksigen ini akan didorong masuk ke pori-pori yang selanjutnya masuk ke sel-sel otak.
4. Setelah mendapat oksigen, terbukti sel otak bekerja lebih bagus. Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan anak yang jauh lebih positif.
5. Namun, terapi itu belum terbukti sebagai terapi yang terbaik. Yang pasti, terapi ini dapat dibuktikan secara ilmiah.
6. Selain itu, ada terapi lumba-lumba. Yang ini juga ada teorinya, yakni lengkingan lumba-lumba bisa menembus tengkorak kita dan memperbaiki gelombang abnormal menjadi normal, tapi belum pernah dibuktikan secara kedokteran karena belum ada yang meneliti.
Sumber : Koran Tempo
Label:
kesehatan
Rabu, September 03, 2008
IH, KOK, BISULAN MELULU
Source: arsip milis nakita
IH, KOK, BISULAN MELULU
Ini hal sepele yang kerap diderita anak tapi sering bikin kita jengkel. Habis, baru sembuh sebentar, eh sudah muncul lagi.
Pasti anak Ibu banyak makan telur, makanya bisulan." Begitu, kan, komentar yang sering kita dengar? Padahal, itu sama sekali tak benar! "Itu cuma mitos," ujar dr. Titi Lestari Sugito, SpKK. "Enggak ada kaitannya, kok, antara telur dan bisulan," lanjut dokter spesialis kulit dan kelamin RSUPN Ciptomangunkusumo ini.
Justru telur adalah makanan bergizi. "Telur itu, kan, mengandung protein. Jadi, boleh diberikan kepada anak," tandas Titi. Bukankah kecukupan gizi yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh menjadi lebih baik? Lantas, apa, dong, sebenarnya yang membikin bisul?
LINGKUNGAN KURANG BERSIH
Bisul atau bisulan (kalau jumlahnya banyak) yang dalam bahasa kedokteran disebut furunkel, seperti dituturkan Titi, merupakan radang atau infeksi yang disebabkan oleh kuman atau bakteri staphylococcus aureus. "Bisul bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja, namun yang paling sering diserang adalah bayi dan anak-anak." Lo, kok, begitu?
Seperti kita ketahui, faktor kebersihan memegang peranan penting dalam terjadi-tidaknya infeksi. Bila lingkungan kurang bersih, infeksi pun akan mudah terjadi. Sementara yang namanya anak, identik dengan dunia bermain, termasuk main yang kotor-kotor semisal main tanah. Belum lagi habis main si anak langsung pegang ini-itu tanpa cuci tangan lebih dulu. "Nah, kalau kebersihan anak dan bayi tak dijaga dan diperhatikan oleh orang tua, ya, susah. Itu akan mempermudah terjadinya bisul," ujar Titi.
Selain itu, anak-anak biasanya sering menggaruk karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat banyak keringat dan biang keringat. Padahal, terang Titi, garukan tersebut dapat merusak kulit sehingga memudahkan masuknya kuman dan timbullah infeksi. "Itulah mengapa anak yang sering berkeringat, apalagi keringat buntet, mudah timbul bisulan."
Umumnya bisulan pada bayi dan anak-anak ditemui di daerah-daerah yang banyak berkeringat seperti di muka, punggung, lipatan-lipatan paha dan sebagainya. Dengan demikian, daerah-daerah tersebutlah yang paling sering digaruk oleh anak atau mendapatkan gesekan, sehingga pertahanan kulit akan terganggu dan mudah terjadi infeksi. Apalagi kulit bayi dan anak-anak masih tipis dan cukup rentan.
Namun jangan pula dilupakan faktor gizi. Sebab, seperti dikatakan Titi, gizi yang kurang juga dapat mempengaruhi timbulnya infeksi. "Bila gizi kurang berarti daya tahan tubuh menurun, sehingga akan mempermudah timbulnya infeksi," jelasnya. Terlebih lagi pada bayi dan anak-anak, kekebalan tubuhnya memang masih kurang dibandingkan orang dewasa.
MEMERAH DAN BENGKAK
Orang tua bisanya kurang tanggap terhadap gejala munculnya bisul. Entah lantaran kurang perhatian atau memang tak tahu seperti apa gejala bisul. Maklumlah, gejala awalnya hanya terlihat semacam bintil merah, baru kemudian membesar dan bahkan terkadang ditemui abses atau bernanah. "Proses membesarnya bisul merupakan proses imflamasi atau radang. Jadi, ada suatu mekanisme atau reaksi dari tubuh terhadap adanya kuman di daerah tersebut," jelas Titi.
Warna memerah dan bengkak merupakan tanda bahwa tubuh memberikan suatu respon dengan berusaha mendatangkan sel-sel radang di sekitarnya untuk mematikan kuman dan mengeluarkan kuman tersebut. Lamanya proses membesar tergantung dari respons imunologis yang dimiliki orang tersebut. Bila responsnya baik, maka makin cepat pula sembuhnya.
Menurut Titi, sebetulnya gejala bisul tak selalu sampai bernanah. Kalau toh akhirnya bernanah, itu pertanda bahwa pertahanan tubuh kurang atau lantaran infeksi tersebut tak segera ditangani. "Tapi bila pertahanan tubuh baik atau infeksinya segera diobati, misalnya pemberian antibiotik, maka tak akan sampai abses. Biasanya bisul cuma memerah dan kemudian mengecil sendiri." Nah, pada anak-anak, karena pertahanan tubuhnya masih kurang, mau tak mau bisul harus diobati.
Biasanya gejala bisul disertai rasa nyeri akibat radang atau infeksinya. Apalagi kalau bisul semakin besar. Tubuh yang tak bisa mengatasi akan mengakibatkan bisul yang timbul menjadi banyak dan bernanah, sehingga terjadilah penyebaran kuman yang tak hanya di satu lokasi saja. Penyebarannya juga bisa lewat darah atau kelenjar getah bening, "Tapi itu jarang sekali terjadi," ujar Titi.
Yang pasti, karena penyebabnya infeksi maka bisul termasuk penyakit menular. "Menularnya bisa karena garukan tangan, sehingga memindahkan kumannya dari satu tempat ke tempat lain." Tak heran awam sering menyebut bisulnya jadi beranak. "Itu menunjukkan daya tahan tubuh anak kurang sekali."
JANGAN DIPENCET
Seringkali bisul dibiarkan saja, tak segera diobati. Tunggu sampai istilahnya "matang". Padahal, justru sebetulnya kalau bisa bisul jangan sampai bernanah, "Karena bisa terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah dan banyak lagi. Kulit bisa berongga," terang Titi.
Jika bisul hanya satu atau beberapa dan masih kecil di permukaan biasanya bisa disembuhkan dengan salep antibiotik. Pemakaian obat dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan di kulit lebih efektif ketimbang pengobatan jenis lain. Obat-obatan semacam salep ini sangat dianjurkan untuk kulit karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif terhadap kulit. Tapi, jika sudah membesar, agak dalam dan banyak, anak perlu diberi obat antibiotik yang diminumkan juga.
Penisilin juga merupakan salah satu obat pilihan. Cuma, bakteri staphylococcus aureus penyebab bisul bisa mengakibatkan resisten terhadap penisilin, karena kuman tersebut mengeluarkan enzim sehingga penisilinnya tak berfungsi lagi. Akibatnya banyak yang menjadi resisten. Karena itu, anjur Titi, lebih baik berikan obat antibiotik yang tahan terhadap enzim yang dikeluarkan kuman tadi, supaya efektif. Selain itu, penisilin juga merupakan salah satu obat yang relatif sering menimbulkan reaksi alergi.
Bila sudah terjadi abses, sebaiknya nanahnya dikeluarkan. Biasanya dokter akan menginsisi/mengiris dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. Bila pecah sendiri akan menimbulkan kerusakan kulit dan akan berbekas. Begitu pula bila dipaksa dikeluarkan, misalnya dengan dipencet, penyembuhannya akan menimbulkan bekas yang tak sedap dipandang. "Bekas pada jaringan kulitnya akan meninggalkan parut, bisa lekukan atau yang lebih tinggi lagi. Tak mungkin akan normal kembali. Walaupun pada anak kulitnya masih berkembang, namun tetap saja tak akan normal kembali karena jaringannya yang rusak akan membekas," jelas Titi.
Memang, sih, kemajuan teknologi kedokteran memungkinkan untuk mengoreksi bekas luka tersebut dengan operasi. Tapi hal tersebut sangat tergantung pada jaringan parut yang ditimbulkannya. Disamping tentunya memerlukan biaya yang cukup mahal dibandingkan dengan mengobati bisulnya itu sendiri.
Untuk mencegah berulangnya kembali bisul pada anak, dianjurkan agar selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri si anak maupun lingkungannya. Memang, bila dibandingkan sepuluh tahun lalu, masih banyak ditemui bisulan pada bayi dan anak-anak. "Sekarang ini sudah jauh berkurang. Mungkin karena faktor pendidikan, ekonomi dan gizi yang sudah lebih baik," kata Titi.
BISUL BUKAN GARA-GARA HOBI MAKAN TELUR
Selama ini ada anggapan anak yang kebanyakan makan telur akan gampang bisulan. Betulkah telur memicu bisul?
Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa angka terjadinya bisulan di Jakarta mencapai 26% dari 326 responden yang diteliti di tahun 2001. Angka itu cukup tinggi, mengingat bisul bukan penyakit berat dan sebagian di antaranya dapat sembuh sendiri. "Masyarakat yang tinggal di daerah padat, sangat rentan terhadap bisul," tandas dr. Susmeiati H. Sabardi, SpKK dari Bagian Kulit dan Kelamin RSAB Harapan Kita, Jakarta. Bisul berada di urutan ketiga dari jenis-jenis peradangan kulit yang paling sering dijumpai.
APA SIH BISUL ITU?
Bisul sendiri sebenarnya hanyalah sebuah istilah. Jadi, lain daerah bisa lain pula menyebutnya. Akan tetapi secara medis, "Bisul adalah suatu peradangan pada kulit yang biasanya mengenai folikel rambut dan disebabkan oleh kuman staphylococcus aureus," papar dokter yang akrab disapa Susi ini.
Dari jenis-jenisnya, secara medis bisul dibedakan sebagai berikut:
* Folikulitis
Folikulitis adalah peradangan yang hanya terjadi pada umbi akar rambut saja. Berdasarkan letak munculnya, bisul jenis ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu superficial atau hanya di permukaan saja dan yang letaknya lebih dalam lagi disebut profunda.
* Furunkel
Furunkel adalah peradangan pada umbi akar/folikel rambut dan sekitarnya. Biasanya jumlahnya hanya satu.
* Furunkel losis
Disebut furunkel losis apabila jumlah furunkel-nya lebih dari satu.
* Karbunkel
Bila di saat yang bersamaan ada beberapa/sekelompok furunkel, secara medis diistilahkan sebagai karbunkel.
* Abses multiple kelenjar keringat
Bisul ini biasanya berupa benjolan yang tidak bermata, jumlahnya banyak, bergerombol di beberapa tempat, seperti di dada dan sebagainya. Bisul jenis ini paling banyak menyerang anak-anak.
* Hidra adinitis
Ada juga jenis bisul yang mengenai kelenjar apokrin, yaitu bila bisul tersebut muncul di ketiak atau daerah genital. Secara medis bisul ini diistilahkan sebagai hidra adinitis.
* Skrofulo derma
Bentuknya memang seperti bisul, tapi sebenarnya adalah benjolan pada getah bening karena penyakit TBC.
CERMATI GEJALANYA
Walaupun jenis bisul cukup banyak, tapi biasanya orang awam menganggapnya sama saja. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang gejala yang dimunculkan memang mirip.
- Gatal-gatal
Bila bisul yang muncul masih berupa folikulitis, gejala yang timbul biasanya berupa gatal-gatal di daerah benjolan dan sekitarnya.
- Nyeri
Pada bisul yang berjenis furunkel atau karbunkel selain gatal, biasanya juga disertai nyeri.
- Berbentuk kerucut dan "bermata"
Bisul jenis furunkel dan karbunkel biasanya berbentuk kerucut dan bermata yang mudah pecah dan mengeluarkan cairan dari dalamnya.
- Berbentuk kubah
Sedangkan bisul yang muncul pada kelenjar keringat biasanya berbentuk bulat seperti kubah, tidak bermata dan tanpa disertai rasa nyeri. Bisul jenis ini biasanya tidak mudah pecah.
- Demam
Gejala bisul yang muncul pada kelenjar apokrin biasanya disertai demam.
HINDARI PEMICUNYA
Sekali lagi, bisul bukanlah alergi dimana ada unsur genetik/keturunan yang menyebabkannya kambuh. "Menurut literatur tidak ada orang yang mempunyai bakat bisulan," jelas Susi. Namun pada beberapa kasus, ada juga orang yang mempunyai kecenderungan bisulan berulang. "Biasanya orang-orang dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, lebih mudah bisulan dan setelah sembuh pun dengan mudah akan muncul lagi," lanjutnya.
Secara garis besar ada 3 pemicu munculnya bisul, yaitu:
- Faktor kebersihan
Pada dasarnya bisul muncul karena adanya kuman. Orang-orang yang tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya dengan baik, otomatis lebih berpeluang terpapar kuman penyebab bisul. Tak heran kalau mereka yang tinggal di daerah pemukiman padat, di daerah pengungsian, dimana faktor kebersihannya terabaikan akan lebih mudah bisulan. Namun harus diingat, walaupun tinggal di tempat yang bersih tapi kalau jarang mandi dan membersihkan badan, dengan sendirinya kuman pun akan bersarang.
- Daerah tropis
Secara geografis Indonesia termasuk daerah tropis. Dimana udaranya panas sehingga dengan mudah orang akan berkeringat. Keringat pun bisa menjadi salah satu pemicu munculnya bisul. Terutama bisul yang terjadi pada kelenjar keringat.
- Menurunnya daya tahan tubuh
Menurunnya daya tahan tubuh bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurang gizi, gangguan darah seperti anemia, mengidap penyakit keganasan seperti kanker, atau penyakit lain seperti diabetes dan sebagainya. Biasanya faktor pemicu itu tak muncul sendirian, melainkan ada beberapa sekaligus. "Misalnya karena selalu berkeringat kemudian muncul biang keringat. Karena gatal, lalu digaruk, ditambah lagi kebersihannya jelek dan gizinya pun rendah, akhirnya jadi bisul. Begitu seterusnya," jelas Susi.
Jadi, tidak benar anggapan sebagian masyakarat yang menyebutkan bisulan gara-gara banyak makan telur. "Kalau memang sudah ada faktor pemicunya, mau makan telur atau tidak ya tetap saja bisulan," tandas Susi.
Setelah bisulan pun sebetulnya tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu, termasuk telur. Yang jelas pola makan memang haruslah seimbang. Pesannya, "Jangan makan telur terlalu banyak, terlepas apakah akan bisulan atau tidak."
Menurut Susi bisul bisa saja muncul sejak bayi, meski bukan bayi baru lahir. Ibu-ibu, terutama yang baru punya anak pertama, umumnya takut memandikan dan mengeramasi bayinya. "Padahal bayi juga sudah berkeringat. Terlebih kalau bayi dibobok dengan segala macam minyak penghangat yang tentu jadi lahan subur untuk berkembang biaknya kuman. Nah, kondisi kulit yang seperti ini juga bisa menjadi penyebab bisulan."
Yang tak kalah penting, bisul juga bisa menular. Kontak langsung bisul dengan kulit apalagi bila ada goresan meskipun kecil (mikro trauma) dapat menyebabkan kuman berpindah tempat. Tapi kalau tidak ada luka, kebersihannya terjaga dan daya tahan tubuh sedang bagus, tidak akan terjadi penularan.
Selain kontak langsung, bisul juga bisa menular melalui kontak tidak langsung. Seperti pemakaian handuk bersama, seprei, baju dan sebagainya. Begitu juga dengan tempat umum, seperti perosotan, kolam mandi bola, dan mainan sejenisnya yang memungkinkan sebagai ajang penularan kuman.
Mungkinkah ada orang yang seumur hidup tidak pernah bisulan? "Sebenarnya bukan tidak pernah," ungkap Susi. Bisa jadi bisul itu hanya kecil sementara yang bersangkutan selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya ditambah lagi daya tahan tubuhnya memang bagus "Hingga bisul itu selalu sembuh dengan sendirinya. Nah, karena selalu sembuh sendiri itulah seakan-akan ia tidak pernah bisulan sama sekali."
PAHAMI PENANGANANNYA
Satu benjolan kecil atau bekas gigitan nyamuk sebaiknya jangan digaruk, karena bisa menyebabkan luka dan memudahkan kuman masuk. Makanya, kalau sudah muncul benjolan kecil sebaiknya perhatikan kebersihan lebih saksama supaya tidak terpapar kuman. Calon bisul atau bisul kecil di daerah permukaan (superficial) bisa sembuh dengan sendirinya jika kebersihannya terjaga dan tidak tercemar bakteri. Selain itu, bisul juga jangan digaruk supaya di situ tidak terjadi peradangan.
Bisul-bisul jenis furunkel dan karbunkel yang memang mudah pecah biasanya akan pecah sendiri akibat gesekan dengan benda lain. Misalnya bisul yang muncul di lipatan lengan, lipatan paha, kaki dan sebagainya akan mudah pecah tergesek baju maupun anggota badan lainnya.
Bila bisul terus membesar atau timbul radang dan badan mulai terasa tidak nyaman, sebaiknya segeralah bawa anak ke dokter. "Oleh dokter ia akan diberikan krim antibiotik atau bila perlu tambahan antibiotik oral, tergantung pada kondisi bisulnya," ujar Susi. Antibiotik itu bertujuan untuk mengendalikan dan mematikan bakteri sehingga bisulnya akan kempes dan kering. Dokter pun akan memberikan kompres yang berfungsi untuk mendinginkan, meredakan, dan mengurangi kuman di daerah sekitar bisul. Kebiasaan sebagian masyarakat yang berusaha memecahkan bisul dengan paksa, sangat tidak disarankan. "Sebaiknya bisul jangan dipencet-pencet karena bisa memperparah keadaan." Obat-obat bisul yang banyak beredar di pasaran pun sebaiknya hanya digunakan untuk bisul-bisul ringan yang muncul di permukaan saja. "Tapi kalau letaknya terlalu dalam tentunya obat-obat tradisional tersebut sudah tidak efektif lagi," imbuhnya.
KONDISI TERPARAH
Walaupun belum pernah tercatat kematian yang diakibatkan bisul, tapi ada baiknya hal ini diwaspadai. Tahukah Anda, bakteri/kuman yang terdapat pada bisul bila dibiarkan saja dapat masuk ke aliran darah. Akibatnya bisa terjadi infeksi pada tulang di sekitar bisul, bahkan kuman tersebut bisa jadi terbawa sampai jantung dan otak. Akan tetapi, lanjut Susi, kasus semacam ini termasuk jarang dijumpai.
Parah atau tidaknya bisul tergantung pada ganas atau tidaknya bakteri yang masuk. "Kalau memang bakterinya termasuk ganas, tentu kondisinya lebih serius." Yang harus diwaspadai adalah bisul yang muncul di wajah, tepatnya di daerah sinus. "Bila sampai terjadi infeksi di daerah itu akibatnya bisa fatal."
TIPS BAGI ORANG TUA
Susi memberikan beberapa saran sehubungan dengan pencegahan dan kesembuhan bisul:
* Orang tua harus memperhatikan kebersihan anaknya. Baik kebersihan badan maupun lingkungan bermainnya.
* Bila sudah timbul keluhan seperti gatal-gatal, jangan dianggap remeh, bisa jadi itu adalah gejala awal timbulnya bisul.
* Kalau ada benjolan, jangan dipencet-pencet apalagi kalau tangan/benda yang digunakan untuk memencet tidak bersih. Aktivitas ini bisa memperparah keadaan.
* Jangan sembarangan menggunakan antibiotik untuk mengobati bisul walaupun bentuknya hanya berupa krim, karena antibiotik bisa menimbulkan kekebalan/resistensi.
* Perhatikan gizi anak. Asupan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya.
* Bila anak dalam kondisi tidak sehat, sebaiknya hindari tempat permainan umum yang bisa menularkan kuman.
Marfuah Panji Astuti
IH, KOK, BISULAN MELULU
Ini hal sepele yang kerap diderita anak tapi sering bikin kita jengkel. Habis, baru sembuh sebentar, eh sudah muncul lagi.
Pasti anak Ibu banyak makan telur, makanya bisulan." Begitu, kan, komentar yang sering kita dengar? Padahal, itu sama sekali tak benar! "Itu cuma mitos," ujar dr. Titi Lestari Sugito, SpKK. "Enggak ada kaitannya, kok, antara telur dan bisulan," lanjut dokter spesialis kulit dan kelamin RSUPN Ciptomangunkusumo ini.
Justru telur adalah makanan bergizi. "Telur itu, kan, mengandung protein. Jadi, boleh diberikan kepada anak," tandas Titi. Bukankah kecukupan gizi yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh menjadi lebih baik? Lantas, apa, dong, sebenarnya yang membikin bisul?
LINGKUNGAN KURANG BERSIH
Bisul atau bisulan (kalau jumlahnya banyak) yang dalam bahasa kedokteran disebut furunkel, seperti dituturkan Titi, merupakan radang atau infeksi yang disebabkan oleh kuman atau bakteri staphylococcus aureus. "Bisul bisa menyerang siapa saja dan dari golongan usia berapa saja, namun yang paling sering diserang adalah bayi dan anak-anak." Lo, kok, begitu?
Seperti kita ketahui, faktor kebersihan memegang peranan penting dalam terjadi-tidaknya infeksi. Bila lingkungan kurang bersih, infeksi pun akan mudah terjadi. Sementara yang namanya anak, identik dengan dunia bermain, termasuk main yang kotor-kotor semisal main tanah. Belum lagi habis main si anak langsung pegang ini-itu tanpa cuci tangan lebih dulu. "Nah, kalau kebersihan anak dan bayi tak dijaga dan diperhatikan oleh orang tua, ya, susah. Itu akan mempermudah terjadinya bisul," ujar Titi.
Selain itu, anak-anak biasanya sering menggaruk karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat banyak keringat dan biang keringat. Padahal, terang Titi, garukan tersebut dapat merusak kulit sehingga memudahkan masuknya kuman dan timbullah infeksi. "Itulah mengapa anak yang sering berkeringat, apalagi keringat buntet, mudah timbul bisulan."
Umumnya bisulan pada bayi dan anak-anak ditemui di daerah-daerah yang banyak berkeringat seperti di muka, punggung, lipatan-lipatan paha dan sebagainya. Dengan demikian, daerah-daerah tersebutlah yang paling sering digaruk oleh anak atau mendapatkan gesekan, sehingga pertahanan kulit akan terganggu dan mudah terjadi infeksi. Apalagi kulit bayi dan anak-anak masih tipis dan cukup rentan.
Namun jangan pula dilupakan faktor gizi. Sebab, seperti dikatakan Titi, gizi yang kurang juga dapat mempengaruhi timbulnya infeksi. "Bila gizi kurang berarti daya tahan tubuh menurun, sehingga akan mempermudah timbulnya infeksi," jelasnya. Terlebih lagi pada bayi dan anak-anak, kekebalan tubuhnya memang masih kurang dibandingkan orang dewasa.
MEMERAH DAN BENGKAK
Orang tua bisanya kurang tanggap terhadap gejala munculnya bisul. Entah lantaran kurang perhatian atau memang tak tahu seperti apa gejala bisul. Maklumlah, gejala awalnya hanya terlihat semacam bintil merah, baru kemudian membesar dan bahkan terkadang ditemui abses atau bernanah. "Proses membesarnya bisul merupakan proses imflamasi atau radang. Jadi, ada suatu mekanisme atau reaksi dari tubuh terhadap adanya kuman di daerah tersebut," jelas Titi.
Warna memerah dan bengkak merupakan tanda bahwa tubuh memberikan suatu respon dengan berusaha mendatangkan sel-sel radang di sekitarnya untuk mematikan kuman dan mengeluarkan kuman tersebut. Lamanya proses membesar tergantung dari respons imunologis yang dimiliki orang tersebut. Bila responsnya baik, maka makin cepat pula sembuhnya.
Menurut Titi, sebetulnya gejala bisul tak selalu sampai bernanah. Kalau toh akhirnya bernanah, itu pertanda bahwa pertahanan tubuh kurang atau lantaran infeksi tersebut tak segera ditangani. "Tapi bila pertahanan tubuh baik atau infeksinya segera diobati, misalnya pemberian antibiotik, maka tak akan sampai abses. Biasanya bisul cuma memerah dan kemudian mengecil sendiri." Nah, pada anak-anak, karena pertahanan tubuhnya masih kurang, mau tak mau bisul harus diobati.
Biasanya gejala bisul disertai rasa nyeri akibat radang atau infeksinya. Apalagi kalau bisul semakin besar. Tubuh yang tak bisa mengatasi akan mengakibatkan bisul yang timbul menjadi banyak dan bernanah, sehingga terjadilah penyebaran kuman yang tak hanya di satu lokasi saja. Penyebarannya juga bisa lewat darah atau kelenjar getah bening, "Tapi itu jarang sekali terjadi," ujar Titi.
Yang pasti, karena penyebabnya infeksi maka bisul termasuk penyakit menular. "Menularnya bisa karena garukan tangan, sehingga memindahkan kumannya dari satu tempat ke tempat lain." Tak heran awam sering menyebut bisulnya jadi beranak. "Itu menunjukkan daya tahan tubuh anak kurang sekali."
JANGAN DIPENCET
Seringkali bisul dibiarkan saja, tak segera diobati. Tunggu sampai istilahnya "matang". Padahal, justru sebetulnya kalau bisa bisul jangan sampai bernanah, "Karena bisa terjadi kerusakan jaringan yang lebih parah dan banyak lagi. Kulit bisa berongga," terang Titi.
Jika bisul hanya satu atau beberapa dan masih kecil di permukaan biasanya bisa disembuhkan dengan salep antibiotik. Pemakaian obat dalam bentuk salep atau krim yang dioleskan di kulit lebih efektif ketimbang pengobatan jenis lain. Obat-obatan semacam salep ini sangat dianjurkan untuk kulit karena dibuat dengan daya serap yang cukup efektif terhadap kulit. Tapi, jika sudah membesar, agak dalam dan banyak, anak perlu diberi obat antibiotik yang diminumkan juga.
Penisilin juga merupakan salah satu obat pilihan. Cuma, bakteri staphylococcus aureus penyebab bisul bisa mengakibatkan resisten terhadap penisilin, karena kuman tersebut mengeluarkan enzim sehingga penisilinnya tak berfungsi lagi. Akibatnya banyak yang menjadi resisten. Karena itu, anjur Titi, lebih baik berikan obat antibiotik yang tahan terhadap enzim yang dikeluarkan kuman tadi, supaya efektif. Selain itu, penisilin juga merupakan salah satu obat yang relatif sering menimbulkan reaksi alergi.
Bila sudah terjadi abses, sebaiknya nanahnya dikeluarkan. Biasanya dokter akan menginsisi/mengiris dengan pisau tajam sehingga penyembuhannya akan lebih sempurna. Bila pecah sendiri akan menimbulkan kerusakan kulit dan akan berbekas. Begitu pula bila dipaksa dikeluarkan, misalnya dengan dipencet, penyembuhannya akan menimbulkan bekas yang tak sedap dipandang. "Bekas pada jaringan kulitnya akan meninggalkan parut, bisa lekukan atau yang lebih tinggi lagi. Tak mungkin akan normal kembali. Walaupun pada anak kulitnya masih berkembang, namun tetap saja tak akan normal kembali karena jaringannya yang rusak akan membekas," jelas Titi.
Memang, sih, kemajuan teknologi kedokteran memungkinkan untuk mengoreksi bekas luka tersebut dengan operasi. Tapi hal tersebut sangat tergantung pada jaringan parut yang ditimbulkannya. Disamping tentunya memerlukan biaya yang cukup mahal dibandingkan dengan mengobati bisulnya itu sendiri.
Untuk mencegah berulangnya kembali bisul pada anak, dianjurkan agar selalu menjaga kebersihan, baik kebersihan diri si anak maupun lingkungannya. Memang, bila dibandingkan sepuluh tahun lalu, masih banyak ditemui bisulan pada bayi dan anak-anak. "Sekarang ini sudah jauh berkurang. Mungkin karena faktor pendidikan, ekonomi dan gizi yang sudah lebih baik," kata Titi.
BISUL BUKAN GARA-GARA HOBI MAKAN TELUR
Selama ini ada anggapan anak yang kebanyakan makan telur akan gampang bisulan. Betulkah telur memicu bisul?
Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa angka terjadinya bisulan di Jakarta mencapai 26% dari 326 responden yang diteliti di tahun 2001. Angka itu cukup tinggi, mengingat bisul bukan penyakit berat dan sebagian di antaranya dapat sembuh sendiri. "Masyarakat yang tinggal di daerah padat, sangat rentan terhadap bisul," tandas dr. Susmeiati H. Sabardi, SpKK dari Bagian Kulit dan Kelamin RSAB Harapan Kita, Jakarta. Bisul berada di urutan ketiga dari jenis-jenis peradangan kulit yang paling sering dijumpai.
APA SIH BISUL ITU?
Bisul sendiri sebenarnya hanyalah sebuah istilah. Jadi, lain daerah bisa lain pula menyebutnya. Akan tetapi secara medis, "Bisul adalah suatu peradangan pada kulit yang biasanya mengenai folikel rambut dan disebabkan oleh kuman staphylococcus aureus," papar dokter yang akrab disapa Susi ini.
Dari jenis-jenisnya, secara medis bisul dibedakan sebagai berikut:
* Folikulitis
Folikulitis adalah peradangan yang hanya terjadi pada umbi akar rambut saja. Berdasarkan letak munculnya, bisul jenis ini dapat dibedakan menjadi 2, yaitu superficial atau hanya di permukaan saja dan yang letaknya lebih dalam lagi disebut profunda.
* Furunkel
Furunkel adalah peradangan pada umbi akar/folikel rambut dan sekitarnya. Biasanya jumlahnya hanya satu.
* Furunkel losis
Disebut furunkel losis apabila jumlah furunkel-nya lebih dari satu.
* Karbunkel
Bila di saat yang bersamaan ada beberapa/sekelompok furunkel, secara medis diistilahkan sebagai karbunkel.
* Abses multiple kelenjar keringat
Bisul ini biasanya berupa benjolan yang tidak bermata, jumlahnya banyak, bergerombol di beberapa tempat, seperti di dada dan sebagainya. Bisul jenis ini paling banyak menyerang anak-anak.
* Hidra adinitis
Ada juga jenis bisul yang mengenai kelenjar apokrin, yaitu bila bisul tersebut muncul di ketiak atau daerah genital. Secara medis bisul ini diistilahkan sebagai hidra adinitis.
* Skrofulo derma
Bentuknya memang seperti bisul, tapi sebenarnya adalah benjolan pada getah bening karena penyakit TBC.
CERMATI GEJALANYA
Walaupun jenis bisul cukup banyak, tapi biasanya orang awam menganggapnya sama saja. Hal tersebut tidak sepenuhnya salah karena memang gejala yang dimunculkan memang mirip.
- Gatal-gatal
Bila bisul yang muncul masih berupa folikulitis, gejala yang timbul biasanya berupa gatal-gatal di daerah benjolan dan sekitarnya.
- Nyeri
Pada bisul yang berjenis furunkel atau karbunkel selain gatal, biasanya juga disertai nyeri.
- Berbentuk kerucut dan "bermata"
Bisul jenis furunkel dan karbunkel biasanya berbentuk kerucut dan bermata yang mudah pecah dan mengeluarkan cairan dari dalamnya.
- Berbentuk kubah
Sedangkan bisul yang muncul pada kelenjar keringat biasanya berbentuk bulat seperti kubah, tidak bermata dan tanpa disertai rasa nyeri. Bisul jenis ini biasanya tidak mudah pecah.
- Demam
Gejala bisul yang muncul pada kelenjar apokrin biasanya disertai demam.
HINDARI PEMICUNYA
Sekali lagi, bisul bukanlah alergi dimana ada unsur genetik/keturunan yang menyebabkannya kambuh. "Menurut literatur tidak ada orang yang mempunyai bakat bisulan," jelas Susi. Namun pada beberapa kasus, ada juga orang yang mempunyai kecenderungan bisulan berulang. "Biasanya orang-orang dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, lebih mudah bisulan dan setelah sembuh pun dengan mudah akan muncul lagi," lanjutnya.
Secara garis besar ada 3 pemicu munculnya bisul, yaitu:
- Faktor kebersihan
Pada dasarnya bisul muncul karena adanya kuman. Orang-orang yang tidak menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya dengan baik, otomatis lebih berpeluang terpapar kuman penyebab bisul. Tak heran kalau mereka yang tinggal di daerah pemukiman padat, di daerah pengungsian, dimana faktor kebersihannya terabaikan akan lebih mudah bisulan. Namun harus diingat, walaupun tinggal di tempat yang bersih tapi kalau jarang mandi dan membersihkan badan, dengan sendirinya kuman pun akan bersarang.
- Daerah tropis
Secara geografis Indonesia termasuk daerah tropis. Dimana udaranya panas sehingga dengan mudah orang akan berkeringat. Keringat pun bisa menjadi salah satu pemicu munculnya bisul. Terutama bisul yang terjadi pada kelenjar keringat.
- Menurunnya daya tahan tubuh
Menurunnya daya tahan tubuh bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya kurang gizi, gangguan darah seperti anemia, mengidap penyakit keganasan seperti kanker, atau penyakit lain seperti diabetes dan sebagainya. Biasanya faktor pemicu itu tak muncul sendirian, melainkan ada beberapa sekaligus. "Misalnya karena selalu berkeringat kemudian muncul biang keringat. Karena gatal, lalu digaruk, ditambah lagi kebersihannya jelek dan gizinya pun rendah, akhirnya jadi bisul. Begitu seterusnya," jelas Susi.
Jadi, tidak benar anggapan sebagian masyakarat yang menyebutkan bisulan gara-gara banyak makan telur. "Kalau memang sudah ada faktor pemicunya, mau makan telur atau tidak ya tetap saja bisulan," tandas Susi.
Setelah bisulan pun sebetulnya tidak ada pantangan terhadap makanan tertentu, termasuk telur. Yang jelas pola makan memang haruslah seimbang. Pesannya, "Jangan makan telur terlalu banyak, terlepas apakah akan bisulan atau tidak."
Menurut Susi bisul bisa saja muncul sejak bayi, meski bukan bayi baru lahir. Ibu-ibu, terutama yang baru punya anak pertama, umumnya takut memandikan dan mengeramasi bayinya. "Padahal bayi juga sudah berkeringat. Terlebih kalau bayi dibobok dengan segala macam minyak penghangat yang tentu jadi lahan subur untuk berkembang biaknya kuman. Nah, kondisi kulit yang seperti ini juga bisa menjadi penyebab bisulan."
Yang tak kalah penting, bisul juga bisa menular. Kontak langsung bisul dengan kulit apalagi bila ada goresan meskipun kecil (mikro trauma) dapat menyebabkan kuman berpindah tempat. Tapi kalau tidak ada luka, kebersihannya terjaga dan daya tahan tubuh sedang bagus, tidak akan terjadi penularan.
Selain kontak langsung, bisul juga bisa menular melalui kontak tidak langsung. Seperti pemakaian handuk bersama, seprei, baju dan sebagainya. Begitu juga dengan tempat umum, seperti perosotan, kolam mandi bola, dan mainan sejenisnya yang memungkinkan sebagai ajang penularan kuman.
Mungkinkah ada orang yang seumur hidup tidak pernah bisulan? "Sebenarnya bukan tidak pernah," ungkap Susi. Bisa jadi bisul itu hanya kecil sementara yang bersangkutan selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungannya ditambah lagi daya tahan tubuhnya memang bagus "Hingga bisul itu selalu sembuh dengan sendirinya. Nah, karena selalu sembuh sendiri itulah seakan-akan ia tidak pernah bisulan sama sekali."
PAHAMI PENANGANANNYA
Satu benjolan kecil atau bekas gigitan nyamuk sebaiknya jangan digaruk, karena bisa menyebabkan luka dan memudahkan kuman masuk. Makanya, kalau sudah muncul benjolan kecil sebaiknya perhatikan kebersihan lebih saksama supaya tidak terpapar kuman. Calon bisul atau bisul kecil di daerah permukaan (superficial) bisa sembuh dengan sendirinya jika kebersihannya terjaga dan tidak tercemar bakteri. Selain itu, bisul juga jangan digaruk supaya di situ tidak terjadi peradangan.
Bisul-bisul jenis furunkel dan karbunkel yang memang mudah pecah biasanya akan pecah sendiri akibat gesekan dengan benda lain. Misalnya bisul yang muncul di lipatan lengan, lipatan paha, kaki dan sebagainya akan mudah pecah tergesek baju maupun anggota badan lainnya.
Bila bisul terus membesar atau timbul radang dan badan mulai terasa tidak nyaman, sebaiknya segeralah bawa anak ke dokter. "Oleh dokter ia akan diberikan krim antibiotik atau bila perlu tambahan antibiotik oral, tergantung pada kondisi bisulnya," ujar Susi. Antibiotik itu bertujuan untuk mengendalikan dan mematikan bakteri sehingga bisulnya akan kempes dan kering. Dokter pun akan memberikan kompres yang berfungsi untuk mendinginkan, meredakan, dan mengurangi kuman di daerah sekitar bisul. Kebiasaan sebagian masyarakat yang berusaha memecahkan bisul dengan paksa, sangat tidak disarankan. "Sebaiknya bisul jangan dipencet-pencet karena bisa memperparah keadaan." Obat-obat bisul yang banyak beredar di pasaran pun sebaiknya hanya digunakan untuk bisul-bisul ringan yang muncul di permukaan saja. "Tapi kalau letaknya terlalu dalam tentunya obat-obat tradisional tersebut sudah tidak efektif lagi," imbuhnya.
KONDISI TERPARAH
Walaupun belum pernah tercatat kematian yang diakibatkan bisul, tapi ada baiknya hal ini diwaspadai. Tahukah Anda, bakteri/kuman yang terdapat pada bisul bila dibiarkan saja dapat masuk ke aliran darah. Akibatnya bisa terjadi infeksi pada tulang di sekitar bisul, bahkan kuman tersebut bisa jadi terbawa sampai jantung dan otak. Akan tetapi, lanjut Susi, kasus semacam ini termasuk jarang dijumpai.
Parah atau tidaknya bisul tergantung pada ganas atau tidaknya bakteri yang masuk. "Kalau memang bakterinya termasuk ganas, tentu kondisinya lebih serius." Yang harus diwaspadai adalah bisul yang muncul di wajah, tepatnya di daerah sinus. "Bila sampai terjadi infeksi di daerah itu akibatnya bisa fatal."
TIPS BAGI ORANG TUA
Susi memberikan beberapa saran sehubungan dengan pencegahan dan kesembuhan bisul:
* Orang tua harus memperhatikan kebersihan anaknya. Baik kebersihan badan maupun lingkungan bermainnya.
* Bila sudah timbul keluhan seperti gatal-gatal, jangan dianggap remeh, bisa jadi itu adalah gejala awal timbulnya bisul.
* Kalau ada benjolan, jangan dipencet-pencet apalagi kalau tangan/benda yang digunakan untuk memencet tidak bersih. Aktivitas ini bisa memperparah keadaan.
* Jangan sembarangan menggunakan antibiotik untuk mengobati bisul walaupun bentuknya hanya berupa krim, karena antibiotik bisa menimbulkan kekebalan/resistensi.
* Perhatikan gizi anak. Asupan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap daya tahan tubuhnya.
* Bila anak dalam kondisi tidak sehat, sebaiknya hindari tempat permainan umum yang bisa menularkan kuman.
Marfuah Panji Astuti
Label:
kesehatan
Kamis, Agustus 14, 2008
Hati-Hati dengan Bahaya Plastik! Pelajari Sebelum Terlambat
16 Maret, 2008
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik (Biasanya terletak di bawah botol)?
#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Sudah banyak orang yang memberi peringatan, rumor, gosip bahkan artikel majalah tentang bahaya plastik. Tetapi tetap saja hanya segelintir orang yang menggubris, peduli atau sampai meneliti lebih lanjut.
Plastik adalah salah satu bahan yang dapat kita temui di hampir setiap barang. Mulai dari botol minum, TV, kulkas, pipa pralon, plastik laminating, gigi palsu, compact disk (CD), kutex (pembersih kuku), mobil, mesin, alat-alat militer hingga pestisida. Oleh karena itu kita bisa hampir dipastikan pernah menggunakan dan memiliki barang-barang yang mengandung Bisphenol-A. Salah satu barang yang memakai plastik dan mengandung Bisphenol A adalah industri makanan dan minuman sebagai tempat penyimpan makanan, plastik penutup makanan, botol air mineral, dan botol bayi walaupun sekarang sudah ada botol bayi dan penyimpan makanan yang tidak mengandung Bisphenol A sehingga aman untuk dipakai makan. Satu tes membuktikan 95% orang pernah memakai barang mengandung Bisphenol-A.
Plastik dipakai karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik-plastik yang aman untuk kita pakai.
Apakah arti dari simbol-simbol yang kita temui pada berbagai produk plastik (Biasanya terletak di bawah botol)?
#1. PETE atau PET (polyethylene terephthalate) biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/ tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Boto-botol dengan bahan #1 dan #2 direkomendasikan hanya untuk sekali pakai. Jangan pakai untuk air hangat apalagi panas. Buang botol yang sudah lama atau terlihat baret-baret.
#2. HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu. Sama seperti #1 PET, #2 juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian.
#3. V atau PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
#4. LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat. Barang dengan #4 bisa dibilang tidak dapat di hancurkan tetapi tetap baik untuk tempat makanan.
#5. PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik terutama untuk yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Cari simbol ini bila membeli barang berbahan plastik.
#6. PS (polystyrene) biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dll. Bahan Polystyrene bisa membocorkan bahan styrine ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Bahan Styrine berbahaya untuk otak dan sistem syaraf. Selain tempat makanan, styrine juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan styrofoam termasuk negara China.
#7. Other (biasanya polycarbonate) bisa didapatkan di tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga. Polycarbonate bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.
Masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.
Pada akhirnya. Hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya.
Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.
Semoga informasi ini bermanfaat.
Langganan:
Postingan (Atom)